PEMANGGUL SENAPAN WAKTU

59 kali dibaca

PEMANGGUL SENAPAN WAKTU

Kutatap setengah lingkaran bulan

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Begitu angin menghalau kenangan
Terselipkan pada ranting-ranting kecil
Menyapa bumi di halaman bising

Kita bukanlah cerita selembar daun
Yang terempas badai menyeka ombak

Kita lahir dari rahim waktu
Tumbuh besar bersama kehidupan baru

Jangan salahkan bunga yang tumbuh mekar
Karena benih itu telah menyapa dengan bunyi
Lalu kau taburkan aroma itu

Bersama timangan elus seorang ibu
Mari kita buka lagi pintu langit
Menggiring sampan ke dermaga

Sampai para pemabuk berkata:
“akulah pemanggul senapan waktu”

KISAH-KISAH WAKTU

Kau hentikan perjumpaan bulan
Dengan sajak air matamu
Menemaninya seekor kunang-kunang
Membelai ruasan debu di alismu

Tak ada angin membujuk pulang
Tak ada kidung pengusir petang

Antara kisah dan kasih itu
Termangu dalam dekapan waktu

Lalu kau hanya tersenyum
Dan kau mulai membesung air mata

Kau menyuruhku menatap langit
Dan kau hanya diam mengeja senja

Kau terlalu sibuk menemani angan-angan
Padahal kupu-kupu tak mau lagi
Pada mawar yang layu

Biarlah senja yang mengatur waktu

LENTERA BAMBU

Kau semaikan sehelai angin
Ia menghasut lendir-lendir sajakmu
Mengalunkan sebatang rindu
Namun, jarummu menusukku

Gerimis yang kau hidangkan
Mendung pula yang kau sengapkan
Kau tatap atap langit
Merumbai waktu bersama mimpi
Namun, kau lupa dengan sehelai arti dan janji

ilustrasi: mengungsi, s sudjojono.

Tinggalkan Balasan