duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Panggil Aku Gus Parit…

Entah, darimana aku memulai cerita tentang kawanku satu itu. Kami karib sejak SD, jadi hafal betul dengan kelakuannya. Muhamad bentuk tawadluk orang tuanya terhadap Rasulullah. Parit nama yang ingin diberikan dan Lukito adalah nama bapaknya. Muhamad Parit Lukito jika dirangkai lengkap. Kalau mau diceritakan bentuk narasi fiksi cerpen, mirip sebuah dokumentari. Singkat cerita, Parit kecil tumbuh sebagai pribadi yang menyenangkan. Dia senang tertawa, selalu tertawa, dalam keadaan apa pun. Tidak berlebihan, karena Parit pernah menasihatiku, “Sal, hidup itu untuk tertawa, belajar tertawa dan menertawakan kehidupan.” Utopis nan ilusif! Entah dia dapat dari mana kalimat bijak itu.

Baca Juga:   Bila Santri Mencuci Beras

Setelah lulus SD, aku “terjebak” mengikuti jejak Parit untuk mondok. Padahal, aku ingin ke SMP, untuk menghindari momok yang bernama Bahasa Arab. Parit, Parit… entah mengapa dia seperti magnet berkutub dan aku dari kutub berlawanan, jadi selalu nempel.

Advertisements
Cak Tarno

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan