Muhaddits Indonesia, Alfatih Suryadilaga Berpulang

793 kali dibaca

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia guru kami, Dr H Muhammad Alfatih Suryadilaga, S.Ag., M.Ag., pada Selasa (2/2) pukul 22.37 WIB., pada usianya yang ke-47 (1974-2021 M.). Beliau adalah seorang akademisi yang concern pada bidang kajian Ilmu hadits dan aktif melakukan aktivitas pengabdiannya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Sumbangsih Beliau kepada masyarakat, diwujudkan dengan memberikan ceramah, khotib Jumat, serta bentuk kegiatan influence yang lain. Karier dunia pengabdian dalam bidang pendidikan, Beliau buktikan dengan menjabat Ketua Yayasan Pendidikan al-Amin, Paciran-Lamongan; Ketua Asosiasi Ilmu Hadits Indonesia (ASILHA); Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga; menjadi staf ahli pada lembaga-lembaga keilmuan hadits, seperti Ponpes Hadis Syajarah-Pekalongan dan El-Bukhari Institute-Jakarta; serta menjadi nara sumber di pelbagai diskusi keilmuan.

Advertisements

Dr Alfatih sangat produktif dalam menulis karya, baik artikel maupun karya ilmiah berbasis penelitian. Beliau menjadi inisiator dalam berbagai hal, utamanya kajian hadits, bagi kawan sejawat di lingkungan universitas, para santri, dan mahasiswanya.

Baca juga:   Nyai Rahmatun (2): Belajar Politik Jadi Jurkam

Tak hanya hadits, Beliau juga meletakkan perhatian pada kajian tafsir kontemporer, analisis perspektif gender, serta studi Islam modern secara umum. Beberapa karyanya, seperti Metodologi Ilmu Tafsir (2005), Miftahus Sufi (2008), Metodologi Syarah Hadis (2012), Kajian Hadis di Era Global (2014), Komik Hadis Nasihat Perempuan: Pemahaman Informatif dan Performatif (2017), dll.

Baca juga:   Mbah Manan, Kiai Sakti yang Rendah Hati

Sebagai santri dan mahasiswanya, kami turut berduka atas wafatnya Guru kami; Dosen kami; Kiai kami. Semoga Beliau ditempatkan di sisi terbaik-Nya, serta pihak keluarga diberikan ketabahan dan kesabaran. Selanjutnya, kami berharap agar inovasi-inovasi Beliau dalam kajian hadits di Indonesia dapat terus dilanjutkan oleh pemerhati dan pengkaji keilmuan Islam secara umum, sehingga menjadi amal jariyah fi ad-diin wa ad-dunya wa al-akhirat. Aamin.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan