“Monolog Negeri Sarung” di Ultah duniasantri

431 kali dibaca

Pertunjukan bertajuk “Monolog Negeri Sarung” bakal digelar di Gedung Makara Art Center (MAC) Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat pada Sabtu, 27 Agustus 2022. Pertunjukan “Monolog Negeri Sarung” ini merupakan rangkaian perayaan hari jadi ke-3 jejaring duniasantri yang berdiri sejak 17 Agustus 2019.

Rapat pembahasan agenda jejaring duniasantri.

Pertunjukan ini direncanakan berlangsung selama tiga jam, dari pukul 14.00 sampai dengan 17.00 WIB. Ada sesi monolog, tawashow, santri berpuisi, santri bercerita, musik santri, dan seni instalasi santri. Acara akan diawali dengan Sekapur Sirih Kebudayaan Santri, semacam pidato kebudayaan, yang disampaikan oleh Dr. (HC) Rachmad Gobel, Wakil Ketua DPR RI yang juga pengembang industri digital. Sekapur Sirih Kebudayaan Santri ini mengambil tema “Budaya Santri di Era Digital”.

Advertisements

Selanjutnya, pertunjukan sepenuhnya berisi sesi panggung seni berselang-seling. Dimulai dengan monolog bertajuk “Negeri Sarung” yang akan dibawakan oleh Inayah Wahid, aktifis dan budayawan, yang tak lain adalah putri dari mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kemudian, yang mengisi tawashow, semacam standup comedy ala santri, adalah Ngatawi Al Zastrow, budayawan nahdliyin yang juga Ketua MAC Universitas Indonesia.

Selain itu ada santri berpuisi, pembacaan puisi-puisi dari lingkungan pesantren yang dibawakan oleh santri. Juga ada santri bercerita, pembacaan cerpen dari lingkungan pesantren yang juga dibawakan oleh santri. Monolog, tawashow, santri berpuisi, dan santri bercerita dipanggungkan secara berselang-seling dengan diiringi musik dan lagu dari kelompok musik santri, Ki Ageng Ganjur. Musik Ki Ageng Ganjur juga menjadi latar dari seluruh sesi pertunjukan ini. Panggung pertunjukan akan diakhiri dengan selawatan.

Baca juga:   Urgensi Bahasa dalam Membaca Literasi Agama

Di saat bersamaan, juga digelar painting live performance yang akan dibawakan oleh Kaisar Nuno. Kaisar Nuno merupakan pelukis pengelana yang tumbuh dari lingkungan pesantren. Ia banyak melukis tokoh-tokoh pesantren, seperti KH Hasyim Asya’ari, Mbah Moen, dan Gus Dur.

Painting live performance Kaisar Nuno ini akan menjadi latar panggung selama pertunjukan “Monolog Negeri Sarung”. Backdrop dari pertunjukan ini memang dibuat dari kanvas putih sepanjang 10 meter. Begitu pertunjukan “Monolog Negeri Sarung” dimulai, aksi spontan Kaisar Nuno pun dimulai hingga pertunjukan berakhir. Ia akan melukis dengan ide cerita dari “Monolog Negeri Sarung” ini.

Selain itu, ada juga pameran seni rupa yang akan memajang lukisan-lukisan bertema kepesantrenan dan juga instalasi seni. Bertempat di ruang lobi dan di sekitaran Gedung MAC UI, sesuai dengan “Monolog Negeri Sarung”, Instalasi seni “Memorabilia Sarung” akan memamerkan berbagai ragam sarung yang merupakan produk budaya khas Nusantara. Yang menarik, ada puluhan sarung yang memiliki nilai memorabilia yang akan dipamerkan, yaitu sarung milik tokoh-tokoh pesantren di Indonesia. Pameran seni rupa dan instalasi seni sudah dapat dinikmati sejak 22 Agustus 2022 hingga berakhir pada 27 Agustus 2022.

Baca juga:   Pesantren Madani, Cabang ke-14 Pondok Tebuireng

Sebenarnya, semula juga akan diadakan lomba-lomba penulisan kreatif untuk kalangan santri. Namun karena berbagai pertimbangan, khusus untuk lomba-lomba penulisan kreatif santri akan digeser ke bulan Oktober 2022, sekaligus untuk memeriahkan Hari Santri Nasional. Pada Hari Santri nanti, jejaring duniasantri juga akan menggelar acara yang lebih besar dengan melibatkan santri dan kontributor/warga duniasantri dari berbagai daerah. Kota yang dijadikan pusat kegiatan sedang diinventarisasi.

Ketua Panitia hari jadi Jejaring duniasantri, Dr Alfian Siagan, berharap santri dan kontributor/warga duniasantri yang kebetulan bermukim di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) bisa hadir secara fisik di MAC UI. Meskipun, pertunjukan “Monolog Negeri Sarung” ini juga disiarkan secara live melalui kanal Youtube. “Agar acara benar-benar dimeriahkan oleh santri,” katanya.

Multi-Page

3 Replies to ““Monolog Negeri Sarung” di Ultah duniasantri”

Tinggalkan Balasan