duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

“Menara Kudus”, Transmitter Ilmu Pengetahuan

Judul tulisan ini diambil dari salah satu subbab dalam buku ini yang rupanya cukup menggambarkan peran penting Menara Kudus dalam penerbitan dan literatur keislaman, khususnya kitab kuning untuk kalangan pesantren dan buku-buku keislaman pada umumnya. Transmitter sendiri berarti pemancar. Berawal dari sinilah pancaran ilmu pengetahuan para kiai dapat tersebar luas hingga ke pelosok negeri.

Baca Juga:   Ekspresi Religi Lewat Seni

Geliat perjalanan penerbitan buku maupun kitab kuning dalam dunia keislaman mungkin tidak begitu banyak dibicarakan. Padahal perannya amat besar dalam menunjang kebutuhan serta sebagai sarana pembelajaran dalam dunia pendidikan baik di pesantren maupun sekolah-sekolah Islam lainnya di luar pesantren. Salah satu penerbit yang tidak asing dalam menerbitkan karya-karya keislaman pada masa awal adalah penerbit Menara Kudus. Penerbit legendaris ini didirikan di Kudus, Jawa Tengah, pada 1952.

Advertisements
Cak Tarno

Penulis buku Menara Kudus; Riwayat Sebuah Penerbit, Jamaluddin, ini mengutip Martin Van Bruinessen, seorang antropolog asal Belanda, yang menjelaskan bahwa Menara Kudus adalah penerbit awal non-Arab satu-satunya untuk jenis kepustakaan buku-buku keislaman berbahasa Arab di Indonesia. Sebelumnya, dunia penerbitan kitab kuning dimonopoli oleh orang-orang muslim keturunan Arab. Hal itu dimulai sejak 1854, saat ada satu percetakan di Surabaya, di bawah kepemilikan Husain bin Muhammad bin Husain al Habsi.

Baca Juga:   Dan, Pembunuh Demokrasi adalah…

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan