duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Membaca Ulang Islamisasi Nusantara

Terlepas dari konstestasi konsep Wali Songo, Ahmad Baso menawarkan sejumlah dekontruksi gagasan yang dibawa oleh orang luar tentang Wali Songo seperti yang sduah saya jelaskan di atas. Baso juga memberikan afirmasi konseptual tentang Islam Nusantara.

Islamisasi Nusantara atau epistemologi Jawa menampilkan dirinya dalam konteks kekinian sebagai keterputusan epistemologis dengan nalar hegemonik eurosentrisme. Semisal klaim universalisme dalam membaca posisi Islam dan Nusantara di dunia. Pada saat bersamaan, ia membawa satu perspektif kritis ke-nusantara-an untuk membaca seluas mungkin teks-teks budaya historis lalu secara efektif memperluas batas-batas intelektual satu ranah keilmuan baru ke dalam disiplin islamic studies atau studi Islam kontemporer. Cara ini diharapkan bisa menjadi satu lompatan lebih maju dalam mengangkat Islam sebagai kekuatan peradaban kemanusiaan sekaligus menjadikan studi Islam nyambung dengan persoalan kemanusiaan, terutama di negeri Arab dan di Eropa yang kini dilanda krisis keagamaan dan konflik berdasarkan agama dan ideologi sektarian (hlm 27).

Advertisements
Cak Tarno

Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika Islam Nusantra menjadi acuan dan panutan Islam di belahan dunia. Islam Nusantara mengajarkan sinergitas agama-budaya dengan local wisdom tanpa menghilangkan substansi Islam sebagai agama serta ajaran yang penuh kedamaian sejati. Begitulah penjelasan tentang Islam Nusantara karya Ahmad Baso, intelektual muda NU. Wallahu A’lam.

Baca Juga:   Di Pesantren Lemka, Kaligrafi Diajarkan Online

DATA BUKU

Penulis          : Ahmad Baso
Judul buku    : Islamisasi Nusantara
Penerbit        : Pustaka Afid Jakarta
Tahun terbit  : 2019
Cetakan        : II

 

Halaman: First ← Previous 1 2 3 Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan