“Maudhu Lampoa”, Peringatan Maulid Nabi Sepanjang Hayat

2.021 kali dibaca

Man adzama maulidin nabiyyi Sallallahu Alaihi Wassallam, fakad ahyal Islam”. Begitulah bunyi salah satu hadits yang termaktub dalam kitab Madarij al-Shu’ud, yang artinya adalah “Barang siapa yang mengagungkan kelahiran Nabi SAW, maka sungguh Ia telah menghidupkan Islam.”

Entah hadits ini terpatri secara kuat dalam benak masyarakat Cikoang, entah tidak, tetapi yang pasti komunitas ini adalah satu di antara sekian komunitas di Indonesia yang merayakan kelahiran Nabi SAW dengan semarak. Setiap tahunnya di bulan Rabiul Awal, tepat di penanggalan 29,  masyarakat di komunitas ini tumpah ruah di bibir sungai Cikoang. Di situlah pusat perayaan maulid ini digelar. Maulid itu pun diberi nama Maudhu Lompoa ri Cikoang (Maulid Akbar di Cikoang).

Advertisements

Menjelang puncak perayaan, berpuluh-puluh julung-julung (perahu khas Cikoang) yang telah dihiasi dengan kacak, bergerak dengan anggun menyusuri sungai Cikoang. Julung-julung tersebut sengaja disiapkan warga Cikoang untuk mengarak telur menuju panggung perayaan Maudhu Lompoa. Di atas julung-julung terdapat kandawari. Telur-telur ditancapkan di kandawari yang berbentuk kotak segi empat dengan hiasan yang membuatnya terlihat elok.  Sementara itu, di lambung julung-julung tergeletak nasi pamatara (nasi setengah masak), kaddo minyak (nasi ketan) dan ayam kampung.

Baca juga:   Gatot

Setelah julung-julung merapat di bibir sungai, kandawari kemudian dipanggul beberapa lelaki tegap. Diletakkan berjejer di samping panggung perayaan maulid. Di sekitarnya beberapa makanan juga telah tersusun rapi, ada kaddo minyak (nasi ketan) tiga warna: kuning, putih, dan hitam. Ada pula sejumlah lauk pauk dan tak ketinggalan beberapa kudapan. Banyaknya telur dan makanan itu sungguh tak terkira. Konon, warga Cikoang telah mempersiapkan tiga bulan sebelumnya. Seorang warga bahkan bercerita, ia telah mempersiapkan ayam-ayam untuk dipotong pada hari perayaan maulid ini, enam bulan sebelumnya. Sebuah pengorbanan yang sungguh-sungguh untuk kecintaan pada sang Nabi.

Baca juga:   Panggung Sosial

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan