duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

JUGA PADA MATA

Anak itu meraba udara dengan dua tangannya. Begitu sungguh-sungguh, sesungguh-sungguh pagi menggeser petang sampai hilang seluruhnya. Setiap pagi datang, seperti ada yang akan dapat dilihatnya. Semburat cahaya yang menyentuh kulit pelindung mata. “Siapa itu yang memberi cahaya?” desak pikirannya.

Advertisements
Cak Tarno

Malam hari ia bermimpi memandangi kaca dan menemukan di sana ada seseorang tak ia kenal, sebab belum pernah barang sekali dilihatnya. Ia dan orang di dalam kaca itu saling pandang, lalu saling senyum, diteruskan dengan saling kedip, saling melotot, kemudian tertawa dengan gerak yang persis.

Baca Juga:   BABAD LUKA GERIMIS PAGI

Pagi, ketika bangun, anak itu meraba-raba matanya. Ia telusuri kulit dengan tekukan-tekukan lembut, pelan-pelan. Sampai terasa olehnya bahwa matanya sesungguhnya terbuka. Tapi tak terlihat lagi seseorang yang senang-senang dengannya di dalam mimpi semalam.

Halaman: 1 2 Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan