Mahsa Amini: Pelajaran dari Iran

448 kali dibaca

Di Iran, jilbab telah banyak “makan korban”. Mula-mula seorang perempuan bernama Mahsa Amini, kemudian yang lain-lain.

Gara-gara Mahsa Amini yang “tak becus” mengenakan jilbab, mata dunia kini menyorot negeri para mullah itu. Kisahnya bermula ketika pada Selasa, 13 September 2022, Mahsa sedang berada di Teheran, Ibu Kota Iran. Hari itu Mahsa ditangkap polisi moral Iran. Musababnya, perempuan cantik itu dinilai “tak sempurna” menutupi kepalanya, sehingga rambutnya yang indah itu tergerai diterpa angin, dan mengganggu mata laki-laki.

Advertisements

Hari itu Mahsa langsung digelandang oleh polisi moral dan dijebloskan ke dalam tahanan. Entah apa yang terjadi, di sana Mahsa pingsan. Ia kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk memperoleh perawatan. Tapi naas, nyawa Mahsa Amini tak tertolong dan tiga hari kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga:   Sejarah Kita, Sejarah Siapa

***

Yang mengejutkan, kabar kematian Mahsa Amini itu langsung menyulut demonstrasi besar-besaran dan memicu kerusuhan hampir di seantero negeri Iran. Begitu banyak warga Iran di berbagai daerah yang keluar rumah untuk mengikuti demonstrasi guna meluapkan amarah. Luapan amarah itu, di antaranya, dilakukan oleh para demonstran perempuan dengan cara mencopoti jilbab mereka dan membakarnya. Bahkan, mereka juga melakukan aksi potong rambut di tempat-tempat umum.

Seakan para demonstran perempuan itu hendak mengatakan: jilbab dan rambut itulah biang kematian Mahsa Amini. Dan, apa yang dialami Mahsa Amini bisa saja menimpa mereka. Semua seperti sedang menunggu giliran.

Baca juga:   A Dumb Who Loves Reading al-Quran

Dan benar saja. Mahsa Amini bukan satu-satunya korban. Dalam gelombang protes itu banyak jatuh korban jiwa, baik dari pihak pengunjuk rasa maupun dari aparat. Sebab, aparat merespons gelombang unjuk rasa itu dengan sikap keras, hingga memicu bentrokan kedua belah pihak di berbagai tempat. Selama hampir dua pekan masa kekacuan itu, sumber resmi pemerintah Iran menyebut ada 17 orang tewas. Namun, sumber-sumber independen menghitung jumlah korban tewas mencapai 36 orang. Bahkan ada yang menyebut 50!

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan