duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Madrasah sebagai Manifestasi Pendidikan Pesantren

Pesantren. Istilah yang sudah melekat di kalangan kita semua. Istilah tersebut tidak melulu dimiliki oleh kalangan elite ataupun klan darah biru saja. Melainkan, tukang becak, tukang cukur, tukang semir sepatu, guru, pejabat negara, dan masyarakat awam bisa membawa anaknya untuk belajar di pesantren. Tidak heran jika pesantren menjadi bagian terpenting sejarah Indonesia, lebih-lebih jika melihat fungsi serta manfaatnya sampai hari ini.

Baca Juga:   Pulang Mondok dari Madura, Santri Meninggal Diduga Terpapar Corona

Dalam perkembangannya, eksistensi pesantren sebagai pendidikan nonformal menjadi objek penelitian berbagai kalangan. Ada yang meneliti sistem pendidikan pesantren, struktur sosial internal pesantren, bahkan tipologi pesantren yang berjalan hingga sekarang. Ali Anwar dalam buku Pembaruan Pendidikan di Pesantren Lirboyo Kediri mengurai bahwa pesantren terbagi menjadi dua kelompok besar. Pertama, tipologi atau kelompok pesantren dibuat berdasarkan elemen yang dimiliki. Kedua, tipologi atau kelompok pesantren didasarkan pada lembaga pendidikan yang diselenggarakan.

Advertisements
Cak Tarno

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Baca Juga:   “Maudhu Lampoa”, Peringatan Maulid Nabi Sepanjang Hayat

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan