Ponpes Lintang Songo (istimewa)

Lintang Songo, Pesantren Mandiri Semua Golongan

305 kali dibaca

Pondok Pesantren (Ponpes) Lintang Songo merupakan lembaga pendidikan yang terbilang unik. Selain memfokuskan pada pendalaman ilmu-ilmu agama Islam yang memiliki sanad yang jelas nyambung dengan Nabi Muhammad SAW, pesantren tersebut juga menggeluti berbagai bidang usaha. Sehingga sah jika Lintang Songo disebut sebagai pondok pesantren yang mandiri secara ekonomi.

Bagaimana tidak, pesantren yang didirikan oleh KH Heri Kuswanto pada 2006 di Bantul, Yogyakarta, itu hingga kini terhitung sudah memiliki lebih dari 27 unit usaha. Salah satu yang terbaru dan terbilang moncer adalah Litang Songo Smart Farm and Garden.

Advertisements

Unit usaha tersebut berupa kolam pemancingan, kebun bunga, buah, dan sayur, yang tentu ditata dengan indah. Khusus untuk kebun, di dalamnya berisi beragam jenis sayur, buah dan bunga, dengan proses penanaman yang terbilang ramah lingkungan. Yakni hanya menggunakan pupuk kandang, dalam artian semua proses yang dilakukan sangat organik dan tidak mengandalkan bahan kimia.

Baca juga:   Geliat Pesantren Tertua di Madura

Sebut saja misal ketika pemberian pupuk kandang. Pupuk tersebut diambil dari kotoran ternak sapi, kambing, dan ayam yang dimiliki oleh Pondok Pesantren Lintang Songo. Sebaliknya, jika ada dari sisa-sisa limbah kebun, seperti rumput, dedaunan, semuanya masuk ke kandang ternak sebagai bahan pakan sehingga unit-unit usaha tersebut memiliki pola integrasi. Yakni semua saling berkaitan dan saling menguntungkan satu sama lainnya. Atau dalam ilmu biologi, disebut simbiosis mutualisme.

Baca juga:   Pesantren Pancoran Emas, Bertahan dengan Halaqah

Saat diwawancara, KH Heri Kuswanto menjelaskan bahwa pesantrennya sedari awal memang dibangun dengan konsep integrated. Dengan pola itu, maka Ponpes Lintang Songo secara pelan perlahan berkembang hingga sebesar ini.

“Kami ini ketika mendirikan dan mengelola pondok, memang menggunakan prinsip sederhana. Lha iya toh, ketika butuh ikan, tapi kok tidak punya, ya kami langsung bikin kolam buat ternak ikan. Ketika mau makan sayur kok tidak punya, kami nanem sayur di kebun. Ketika mau makan ayam kok tidak punya, ya kami bikin peternakan ayam,” ucap KH Heri Kuswanto pada Sabtu (3/9).

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan