Khidmat, Upacara Kemerdekaan di Pesantren Al Kahfi

222 kali dibaca

Pondok Pesantren Al Kahfi Pasaman Barat, Sumatra Barat, turut serta memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan menyelenggarakan upacara bendera. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lapangan komplek asrama putra dan putri Pesantren Al Kahfi.

Pelaksanaan upacara berlangsung khidmat. Petugas upacara berseragam putih disertai atribut simbolik kemerdekaan menampilkan kegiatan sesuai susunan uapacara dengan dedikasi tinggi dan sungguh-sungguh. Hal ini diungkapkan langsung oleh Abri Maijon selaku pembina upacara. “Terima kasih atas kesungguhan dan dedikasi yang telah Ananda tampilkan,” ujarnya.

Advertisements

Dalam amanatnya, Abri menyampaikan tentang kilas balik pejuang Islam ketika mengusir penjajah. Menurutnya, pihak pertama yang merasa haru memperingati kemerdekaan adalah ummat Islam, terutama mereka yang berada di Pesantren. Sebab, di antara nama pejuang dan pahlawan, adalah para pejuang bangsa dan sekaligus agama. Mereka juga berseragam sebagaimana ciri khas santri, seperti sorban. Sederet di antara nama tersebut adalah Tuanku Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, Tengku Umar, Bung Tomo dan seterusnya. “Mereka menampilkan identitas keislamannya ketika berjuang,” tegasnya.

Baca juga:   Santri Al Halim Berbagi di Tengah Pandemi

Abri juga mengajak para siswa untuk memahami esensi pemuda agar terus waspada dengan kondisi saat ini. Karena, menurutnya, kita belum merdeka seutuhnya. Banyak sumber hasil bumi dan kekayaan bangsa yang tidak dinikmati oleh anak bangsa sendiri. “Bangsa kita kaya, namun sebagian masyarakatnya hidup miskin. Harga-harga kebutuhan melambung tinggi. Tak terbeli,” ujarnya.

Baca juga:   Ada Bimbim Slank di “Tadarus Seni” Malam Ini

“Kita juga masih terjajah. Bentuk penjajahan itu diantaranya para generasi muda bangsa dibuat terlena. Keterbelakangan akhlak karena pengaruh media, game, dan tontonan. Pemuda seperti tidak lagi tertarik pada ilmu pengetahuan. Lalu, mana lagi yang akan dibanggakan? Jangan sampai pemuda menjadi lemah,” urai Abri.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al Kahfi H Firdaus yang bertindak sebagai pembina upacara di lapangan putra mengajak kepada seluruh santri agar selalu mensyukuri hari kemerdekaan. “Kemerdekaan ini adalah rahmat dari Allah SWT. Demikian bunyi pada pembukaan teks UUD 1945. Karena itu kita mesti mensyukurinya,” terangnya.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan