KASIH IBU SELUAS ISTANA

193 kali dibaca

KASIH IBU SELUAS ISTANA

Di senja itu ketika
Matahari lingsir
Seorang anak berkacak
Di depan cermin
Mendeklamasi sajak

Advertisements

Nak! Pekiknya
Jika kamu anak
Seorang pelaut
Kasih ibumu
Seluas samudra

Nak! Teriaknya
Jika kamu anak
Seorang petani
Kasih ibumu
Sejembar bumi

Nak! Sungutnya
Jika kamu anak
Seorang pemulung
Kasih ibumu
Sepanjang jalan

Nak! Gumamnya
Jika kamu anak
Seorang pelacur
Kasih ibumu
Sedalam sumur

Tapi Nak… Bisiknya
Jika kamu anak
Seorang penguasa
Kasih ibumu
Hanya seluas istana

Kamu pilih jadi
Anak siapa, Nak
Oh, jadi anak Bulan?
Kenapa, Nak?
Oh, kasihnya
Jadi penerang
Gelapnya malam

Anak itu kemudian
Berdiri di balik jendela
Melongok langit
Menunggu Bulan
Yang bakal mengurai
Kegelapan malam

DI SINI, KITA PERNAH BERDIRI 

Di sini, kita pernah berdiri
menatap seunggun api
di antara denting seloki
dan spoi angin malam hari

Tapi cuma sebentar
tanganmu gemetar
dadamu berdebar
wajahmu terbakar

Misalkan kau masih di sini
menatap seunggun api
di antara denting kecapi
dan tembang melankoli

Aku akan bercerita
tentang sebuah masa
di mana bersetia
menjadi sia-sia

Misalkan kau masih di sini
kita akan berdiri di atas bara api

Sumber ilustrasi: e-journal unp.

Tinggalkan Balasan