duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

JUMPA SI AYAT

Saat kembali dari tidur panjang penuh nyeri. Di atas tilam yang dulu pernah kukencingi. Waktu bayi. Aku merasa bumi berhenti. Berhenti mengasihi dan menyayangi. Aku bangun dan kembali.

Baca Juga:   DUGUP SUNYI

Yang kulihat hanya serakan daun, pakaian dalam yang mengayun, ranjang si Madun, dan mushaf yang manyun. Lama tak dilantun.

Advertisements
Cak Tarno

Di pojok musholla kulihat sosok orang tua. Kusapa dan kutanya, “Mana si Ayat?”

“Biasanya dia menyanyikan dirinya sendiri di sana: pojok yang lain”.

Kusambangi

“Ada apa? Hanya tentang duka-larakah hidupmu?”

Baca Juga:   TELAPAK KUASA-MU

“Tidak”, jawabnya. “Hanya engkau saja yang berduka, mungkin”.

“Lantas mengapa menyendiri? Tidakkah kau diciptakan jamak?”

“Tidak”, jawabnya lagi. “Hanya engkau saja yang merasa hidupmu hampa, mungkin”.

“Ada apa engkau gerangan? Sinis sekali”, risih aku.

Halaman: 1 2 Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan