duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Halaqoh Kebangsaan di Pesantren Darussalam Martapura

307 kali dibaca

Ratusan santri, pelajar, dan mahasiswa Pondok Pesantren Darussalam Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengikuti halaqoh kebangsaan yang dipusatkan di kampus Institut Agama Islam (IAI) Darussalam Martapura pada Kamis (14/11).

Halaqoh ini merupakan bagian dari program Penguatan Nilai Kebangsaan (Pena Bangsa) yang diinisiasi Direktorat Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kemendikbud menggelar kegiatan Pena Bangsa di lima daerah di Indonesia. Di Martapura merupakan kegiatan pamungkas, yang pelaksanaannya bekerja sama dengan Ponpes Darussalam dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalsel.

Halaqoh Kebangsaan dengan tema “Pesantren dan Nilai Kebangsaan: Merawat Ingatan Sejarah untuk Memperkokoh ke-Indonesiaan” ini berlangsung hingga Sabtu (16/11). Selain halaqah atau diskusi kebangsaan, dalam kegiatan ini juga diadakan lomba penulisan esai kebangsaan, pameran kesejarahan tentang pesantren dan kebangsaan, dan pertunjukan seni tradisi pesantren.

Baca Juga:   Keren, Santri Mojokerto Ikut Festival Film Indie

Pembukaan Halaqoh Kebangsaan ini dihadiri Kasi Sumber Sejarah Direktorat Kebudayaan Kemendikbud Tirmidzi, Ketua Umum Yayasan Darussalam H Muhammad Husin, Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam yang diwakili oleh KH Fadlan Asyari, Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Provinsi Kalsel Syamsir Rahman. Dalam pembukaan juga tampil dua pemain madohin dari santri Darussalam, Nuryadin dan Makhruf Hidayat, yang mampu menambah kesemarakan suasana acara.

Dalam sambutan pembukaan, Tirmidzi mengapresiasi penyelenggaraan Pena Bangsa di Martapura yang begitu semarak dan animo peserta cukup tinggi. Apalagi, pelaksanaannya bekerja sama dengan pesantren ternama di Martapura, Ponpes Darussalam. “Dengan kegiatan ini, diharapkan kalangan santri, pelajar, serta mahasiswa mendapatkan wawasan kebangsaan, wawasan sejarah Kalimantan Selatan yang berdiri dengan bantuan para ulama, serta merawat ingatan mengenai sejarah itu seraya memperkokoh bangsa,” kata Tirmidzi.

Baca Juga:   Musik Nusantara Bikin Bangga Jadi Indonesia

Baginya, kegiatan Pena Bangsa ini cukup penting dilaksanakan guna memperkuat dan menumbuhkan kesadaran kebangsaan sertan memperkokoh persatuan bangsa. “Kegiatan ini menjadi modal dan model kebangsaan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Darussalam HM Husin mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Pena Bangsa ini, terutama adanya pameran sejarah yang juga mengisahkan tentang Syeik M Arsyad Al-Banjary. “Nilai-nilai sejarah dipamerkan. Anak-anakku sekalian setelah ini bisa melihat tulisan tangan Alquran dan kitab keagamaan dengan Bahasa Arab Melayu,” ujarnya.

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan