Geliat Gerakan Terorisme di Media Sosial

704 kali dibaca

Pembahasan seputar terorisme bukan lagi menjadi isu nasional, melainkan sudah menjadi bahasan penting global. Terorisme telah menimbulkan dampak yang cukup luas, bukan hanya dalam bidang politik dan militer, tetapi juga secara ekonomi, sosial, dan budaya. Dalam pencarian identitas di tengah arus modernisasi dan globalisasi, terorisme tidak lagi relevan, apalagi jika dilandaskan motif agama.

Maraknya aksi radikalisme dan terorisme disebabkan oleh ketidakberdayaan agama menghadapi tantangan industri dan globalisasi karena masifnya arus modernitas. Alih-alih melahirkan perdamaian dan memeratakan keadilan, industrialisasi dan globalisasi justru menciptakan kekerasan dan penindasan.

Advertisements

Radikalisme akhir-akhir ini menarik-narik agama, khususnya Islam, dalam situasi dan kondisi yang tak terelakkan dari anggapan mengenai konektivitas antara Islam dan kekerasan. Islam yang dihadirkan membawa misi kedamaian dirusak dengan aksi teror dan tindak radikalisme oleh sebagian oknum yang mengaku “memperjuangkan” Islam. Radikalisme memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan terorisme, keduanya merupakan tindakan kekerasan atau ancaman bagi kehidupan umat manusia.

Baca juga:   Pengurus Baru Sanggar Andalas Annuqayah Dilantik

Indonesia yang menganut asas demokrasi menghendaki kebebasan berideologi masyarakatnya. Negara punya hak untuk memaksa warganya agar berideologi sama secara nasional, sementara setiap individu memiliki hak kebebasan berideologi. Maka terjadi tarik menarik antara ideologi personal dengan ideologi komunal.

Di Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mempunyai peran strategis untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya paham radikalisme dan terorisme. Sedangkan lembaga kepolisian dan Densus 88 sebagai eksekutor terhadap pelaku yang sudah terpapar ideologi terorisme. Selama dua periode kepemimpinan Presiden Joko Widodo, isu radikalisme menjadi pokok perhatian permasalahan nasional untuk segera diselesaikan.

Baca juga:   Dari Pondok Kesugihan Menjadi Pesantren Al Ihya Ulumaddin

Berdasarkan data Global Terrorism Index (GTI) 2020, Indonesia berada di peringkat empat di Asia Pasifik yang paling terdampak terorisme. GTI menyebutkan ekstremisme agama menjadi faktor pendorong serangan teroris di beberapa negara dunia, seperi Pakistan, India, Indonesia, Filipina, dan lainnya.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

One Reply to “Geliat Gerakan Terorisme di Media Sosial”

Tinggalkan Balasan