DAN BAGAIMANA KEGELAPAN BERMULA

548 kali dibaca

SEMESTA BUKU

Dan aku memilih buku
Sebagai alam raya,
Kata-kata akan saling berbeturan
Dengan maknanya

Advertisements

Orang-orang akan lebih banyak berdebat
Tentang yang paling benar
Antara keluar dan ke luar
Untuk menandai bepergian

Dan sebagainya. Dan sebagainya.

Jogja, 2021.

SEBUAH KISAH TENTANG SIANG

Kepada benda-benda
langit lainnya
matahari mengisahkan
peristiwa hari ini

“Di siang begini
Sepanjang jalan Jogokaryan
Seorang bapak mengayuh ontel
Sambil mengeluh cuaca yang terik”
Tuturnya sambil lalu mengatur waktu

“Ia mungkin lupa
atau tak pernah tahu bahwa
aku diciptakan sebagai
terik yang nyata” lanjutnya

Sementara, benda langit lainnya
Hanya mengangguk dan tersenyum.

Jogja, 2021.

DAN BAGAIMANA KEGELAPAN BERMULA

Dan bagaimana
Kegelapan bermula

Dinding kamar
Kaca jendela
Buku-buku di rak
Timbul ke dalam pandang
Sebagai satu warna
Yang bernama hitam

Aku tak tahu
Bagaimana di antara gelap dan hitam
Saling berbagi pekat

Waktu menjelang maghrib
Matahari jatuh
Di belakang toko roti di barat

Dan bagaimana kegelapan bermula.

Jogja, 2021.

KECAMUK DIRI

Di lautMu,
Gelombang, badai
Terempas menerpa diri
Meluruhkan seluruh isi dada
Yang ringkih.

Tuanku, yang maha
Jalan mana yang mesti kulalui
Untuk setidaknya sampai di KebunMu?
Landau yang berkelok
Atau tanjakan, berkrikil.

Karena di dalam diri
Adalah rumah bagi dosa
Dan kealpaan-kealpaan.

Jogja, 2021.

SURILAM MURTI

Sulit untuk menerka
Mana yang lebih gemuruh
Langit atau dadaku.

Seperti samudra
Dadaku menyimpan banyak hal
Termasuk suka-kedukaanmu.

Isi dadaku terbuat dari malam
Gelap, namun mengandung
Banyak bintang.

Kau boleh membangun apa saja
Dalam dadaku, membuat rencana
Membangun kehidupan
Kecuali memikirkan jalan keluar

Jogja, 2021.

ilustrasi: kegelapan, kukuh nuswantoro.

Multi-Page

Tinggalkan Balasan