Cara Wali Mengambil Hati

Mengapa ada pencak silat dan puisi?
Umumnya masjlis di kalangan warga NU kalau tidak dzikiran ya sholawatan. Ini sudah umum dan jamak adanya. Namun, malam itu MDSRA Pringsewu mengemasnya dengan suasana berbeda. Tidak kaku, tidak terlalu formil, namun tetap dalam koridor adabiyah penuh khidmah.

Kegiatan diawali dengan tahilan yang dihadiahkan pahalanya untuk sahabat Kasatkornas Banser alm Alfa Isnaeni yang baru saja berpulang ke rahmatullah. Kemudian, disusul pembacaan Rothib Simthut Duror dipimpin oleh Habib Usman Al Jufri.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Pembacaan Rothib ini sesekali diselingi bait-bait qosidah yang digandrungi anak muda saat ini, seperti “Assalamualaika” (Roqqotta aina) yang telah banyak di-cover di Youtube oleh Nisa Sabyan hingga Maheer Zain, lalu  Sawangen versi”‘Sholawat, Ayo Sholawat!” oleh Mafia Sholawat .

Baca Juga:   Santri, Akhlak, dan Tasawuf

Puji-pujian qoshidah yang diiringi dengan perkusi hadroh menambah keasyikan jamaah. Para jamaah yang duduk bersila seolah tak hiraukan capainya ke dua kaki yang terlipat lebih dari dua jam. “NKRI harga mati, sholawat sampai mati, taubat sebelum mati!” begitu penggalan salah satu lagu yang di-cover dari campur sari “sawangen” diiringi dentuman bas dan genjring bertalu-talu.

Sholawatan era kini yang lebih “menggembirakan” dengan sentuhan rasa pop khas anak muda ternyata mampu “mengambil hati” kaum muda untuk mendatangi majelis sholawat. Lihatlah kesemarakan majlis sholawatan saat ini, di mana-mana tidak sepi dari anak muda. Dulu, majlis seperti ini kebanyakan diikuti ibu-ibu dan orang tua saja. Sementara anak mudanya lebih suka nonton konser musik.

Baca Juga:   Membumikan Trilogi Ukhuwah NU sebagai Benteng Intoleransi

Namun, seiring majunya zaman, melalui modifikasi dan inovasi dalam penyajianya, sholawat kini amat dekat dengan masyarakat. Inilah yang boleh jadi merupakan siyasah dakwah ala Wali Songo yang dikembangkan oleh Presiden Syekher Mania, Habib Syech bin Abdul Qodir as Segaff, Habib Zainal Abidin, Gus Azmi, Veve Zulfikar, dan lainya.

Tinggalkan Balasan