duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Cahya Mentari

Deretan tebing gamping menjulur dari ufuk timur menuju ufuk barat di Pegunungan Kendeng. Nama desa ini adalah Gondang, tempat orang-orang marjinal mempertahankan hidup. Konon, tebing dan Lembah Gondang ini tercipta karena adanya proyek kereta api di Jawa pada masa penjajahan Belanda. Akhirnya tanah di sini dipendahkan oleh para pekerja rodi menuju ke jalur kereta api yang menyusuri Lamongan−Cepu dan Madiun−Kertosono. Mungkin itu hanyalah legenda, yang dikatakan oleh orang-orang tua dulu.

Baca Juga:   Kiai Syukri di Antara Sabar dan Syukur

Ada kelompok masyarakat yang tinggal di bawah tebing itu, Lembah Gondang. Mereka hanya bisa melihat matahari di bulan November, Desember, dan Januari. Selepas itu, matahari bersembunyi di balik tebing. Penampakan matahari selama tiga bulan itu disambut dengan upacara Nyadran oleh masyarakat Gondang. Karena, bagi mereka itu adalah berkah, berkah untuk menanam berbagai sayuran dan padi yang pasti berlimpah ruah hasilnya. Selepas itu mereka hanya bisa menambang balok-balok batu kapur di kampung seberang bukit.

Advertisements
Cak Tarno

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Baca Juga:   Cahaya di Mata Si Buta

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan