duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Bila Santri Galau…

Daun luntas yang menjadi tanaman pagar di Pondok “Shirathul Fuqaha” bergeser pelan, ke kanan-kiri. Mengikuti embusan angin malam nan dingin menusuk. Hawa adem di Malang bulan Agutus, mulai menyapa sejak Juli. Pancaroba, pergantian musim hujan ke kemarau, menyerahkan tongkat estafetnya. Sesekali gerimis yang dianggap tersesat di waktu yang menjadi singgasana bintang, tanda cerah dimulai. Namun, takdir Allah SWT siapa dapat menyangka dan menyangkal. Pasti bertujuan, berhikmah. Hanya, manusia dalam keterbatasannya, tidak bisa menerka tafsirannya. Atau, justru merasa pintar menerka tanda alam takambang, meski bukan dalam kapasitasnya.

Baca Juga:   Santri itu Bergelar “Al-Kastolani”

Sohib merasa resah. Ia duduk termenung di serambi tangga menuju dapur santri. Hanya berdiam, iktikaf dalam hati, meski tidak dalam masjid. Ia merasa marah kepada dirinya sendiri. Sesekali menggaruk kepalanya yang tiada gatal. Sesekali memukul kepalanya, dengan desahan napas kesal. Sesak.

Advertisements
Cak Tarno

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Baca Juga:   Inamul Hasan, Santri Peraih Beasiswa Duta Besar Rusia

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan