Bila Santri Galau…

744 kali dibaca

Daun luntas yang menjadi tanaman pagar di Pondok “Shirathul Fuqaha” bergeser pelan, ke kanan-kiri. Mengikuti embusan angin malam nan dingin menusuk. Hawa adem di Malang bulan Agutus, mulai menyapa sejak Juli. Pancaroba, pergantian musim hujan ke kemarau, menyerahkan tongkat estafetnya. Sesekali gerimis yang dianggap tersesat di waktu yang menjadi singgasana bintang, tanda cerah dimulai. Namun, takdir Allah SWT siapa dapat menyangka dan menyangkal. Pasti bertujuan, berhikmah. Hanya, manusia dalam keterbatasannya, tidak bisa menerka tafsirannya. Atau, justru merasa pintar menerka tanda alam takambang, meski bukan dalam kapasitasnya.

Sohib merasa resah. Ia duduk termenung di serambi tangga menuju dapur santri. Hanya berdiam, iktikaf dalam hati, meski tidak dalam masjid. Ia merasa marah kepada dirinya sendiri. Sesekali menggaruk kepalanya yang tiada gatal. Sesekali memukul kepalanya, dengan desahan napas kesal. Sesak.

Advertisements

Kang Salim, ketika hendak menuju blumbang untuk berwudlu,sempat kaget melihat Sohib. Kang Salim menyangka jin pondok tengah menggodanya, bertujuan mengurungkan niat untuk tahajudnya.

Baca juga:   Ramadan Anak-anak Langgaran

“Hib, kenapa kamu di sini? Tak kira jin lo tadi. Kaget, aku!” sapa Kang Salim.

Sohib mendongak, “Sulit tidur, Kang! Cari ngantuk!”

Kang Salim merasa janggal. Sohib adalah juniornya, baru mondok tiga tahun. Sedangkan, Kang Salim sendiri masih setia bergumul dengan kitab-kitab kuning selama 12 tahun, sesambi ngabdi dalem pada Yai Mad, pengasuh pondok.

Baca juga:   Lomba Sendiri, Juara Sendiri

“Sohib, tidak biasanya kamu begini. Ada yang kamu pikirkan?” tanya Kang Salim, yang dijawab gelengen kepala oleh Sohib.

“Kangen orang tua? Kiriman uang telat? Atau mulai nggak kerasan di pondok?” cerca Kang Salim, yang semuanya dijawab gelengan kepala.

“Lalu, apa?” tanya lanjut Kang Salim.

Sohib diam, kepalanya menunduk memandang lantai pondok. Terasa udara jam 2 pagi bertambah dingin. “Kang, selama aku mondok tiga tahun, aku kok merasa belum dapat apa-apa ya? Nggak bisa apa-apa, tepatnya!”

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan