Transformasi Pendidikan Pesantren di Era Digital

305 kali dibaca

Dayah atau pesantren merupakan sistem pendidikan tradisional di Indonesia yang paling genuine dan mampu bertahan hidup hingga sekarang ini. Tentu saja ini bukan sekadar proses alami, tapi pesantren memang memiliki elemen-elemen sub-kultur yang unik dan khas berciri khas bangsa Indoneisa.

Salah satu keunikan lembaga ini adalah independensinya yang kuat. Ia bebas dari segala bentuk intervensi luar. Lembaga ini, pada tingkat tertentu, bisa menjadi salah satu contoh self-governing school —sekolah yang memilki otonomi yang kuat. Teungku sebagai pemimpin pesantren atau dayah dengan leluasa mengekspresikan ide-idenya dalam menjalankan semua aktivitas pesantren dengan tujuan utama meningkatkan kemampuan santri.

Advertisements

Untuk menjaga independensi ini, dayah menyelenggarkan berbagai jenis kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan finansial. Pesantren juga menyelenggarakan pelatihan-pelatihan keterampilan bagi para santri, agar mereka dapat mandiri segera setelah selesai belajar, tanpa tergantung pada orang lain termasuk pemerintah. Keterampilan dasar yang biasa diberikan adalah, misalnya, perdagangan, industri rumah tangga, dan berbagai kegiatan yang mendatangkan income.

Dayah dalam mempersiapkan masyarakat madani untuk membangun partisipasi aktif dunia pendidikan menghadapi tantangan semakin besar. Kontribusi lembaga pendidikan Islam, tidak saja dituntut untuk mengkristalisasikan semangat ketuhanan sebagai pandangan hidup universal, lebih dari itu institusi ini harus lebur dalam wacana dinamika.

Dayah sebagai lembaga alternatif diharapan mampu menyiapkan kualitas masyarakat yang bercirikan semangat keterbukaan, egaliter, kosmopolit, demokratis, dan berwawasan luas, baik menyangkut aspek spiritual, maupun ‘ilmu-ilmu”. Oleh karena itu, akhir-akhir ini penelaahan kembali pada lembaga pendidikan Islam mendapat perhatian serius. 

Menyikapi realitas pendidikan sekarang, dayah tampil memodernisasi pendidikan Islam. Usaha ini dimaksudkan untuk menemukan format pendidikan ideal sebagai sistem pendidikan alternatif bangsa Indonesia masa depan. Kelebihan dan keunggulan pendidikan masa lampau dijadikan sebagai kerangka acuan untuk merekonstruksi konsep pendidikan yang dimaksudkan. Sedang berbagai bentuk sistem pendidikan lama yang tidak relevan lagi untuk ruang dan waktu, akan ditinggalkan.

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan