Tahlil Bersama Menyambut Lailatul Qadar

931 kali dibaca

Dalam menyambut malam lailatul qadar, Musala Hidayatul Jalali wal Ikrom di daerah kami (di Baron, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur) mengadakan tahlil bersama pada Ahad, 20 Ramadan 1442 Hijriyah. Acara dimulai dengan saling bertukar takjil untuk berbuka puasa. Banyak juga jamaah berusia anak-anak yang menyambut gembira ketika pembagian takjil.

Acara tahlil bersama dimulai setelah pelaksanaan salat maghrib berjamaah. Sebelum mendoakan keluarga jamaah yang sudah berpulang, imam musala menyampaikan ceramah singkat. Dalam ceramah singkatnya, imam musala mengingatkan para jamaah untuk meningkatkan amal ibadahnya di akhir ramadan. Dengan diadakan acara tahlil ini, musala semakin ramai. Hal tersebut terjadi karena masyarakat yang umumnya salat maghrib di rumah ikut meramaikan tahlil di musala.

Advertisements

Banyak nilai-nilai islami yang bisa kita ambil dari pelaksanaan acara tahlil di malam lailaitul qadar tersebut. Pertama, jamaah tahlil akan mendapatkan pahala lailatul qadar berlipat. Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Sahih hadis dari sahabat Uqbah bin ‘Amr bin Tsa’labah radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه

Artinya: “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

Dengan adanya acara tahil bersama tersebut para jamaah saling mengingatkan mengenai datangnya malam lailatul qadar. Hal ini berarti jamaah tahlil saling mengajak untuk lebih giat beribadah di akhir Ramadan ini. Sungguh beruntung jika seseorang mendapatkan pahala lailatul qadar.

Kedua, doa jamaah tahlil insyaallah akan terkabul. Banyak keistimewaan yang dimiliki oleh orang yang berpuasa, di antaranya adalah doa-doanya tidak akan tertolak. Rasulullah Salallahu Alaihi wa Salam bersabda dalam hadis riwayat Anas bin Malik RA:

وعن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ثلاث دعوات لا ترد: دعوة الوالد، ودعوة الصائم، ودعوة المسافر.

Artinya: “Tiga orang yang tidak akan tertolak (doanya), yaitu; doa orang tua bagi anaknya, doa orang yang berpuasa, dan doa musafir.” (HR Al-Baihaqy).

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan