Sketsa Biografis Jalaluddin Rumi

353 kali dibaca

“Semakin banyak ilmunya, harusnya orang itu semakin baik perilakunya.”
Socrates

Sufi besar ini berasal dari Balkhi, daerah Afganistan. Ia hidup di abad ke-13, tepatnya lahir tahun 1207 M dan meninggal tahun 1273 M. Sufi Jalaluddin Rumi ini terkenal tidak hanya di dunia Islam. Orang Barat juga banyak yang jatuh cinta dengan Jalaluddin Rumi. Dulu waktu tahun 2007, delapan ratus tahun peringatannya Rumi, UNESCO dan PBB mencanangkan bahwa tahun 2007 adalah tahun Jalaluddin Rumi. Jadi orang Barat banyak yang jatuh cinta, padahal kita banyak yang tidak kenal.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Sejauh ini, muka atau wajah kita, wajah umat Islam ini banyak diselamatkan oleh sufi-sufi seperti Jalaluddin Rumi. Jika ada stigma-stigma negatif terkait Islam; bahwa Islam teroris, pemarah, ngamukan, menjawabnya mudah karena ada orang-orang seperti Jalaluddin Rumi ini. Jadi kalau ada yang bicara Islam itu ngamukan jawabannya tidak; coba dilihat Rumi. Kebetulan nama ini diakui.

Bahkan Paus Yohanes ke-23 menghormati Rumi. Dia bilang: “Kalau di hadapan Rumi saya harus tunduk dan patuh.” Termasuk juga yang mengidolakan Rumi; Muhammad Iqbal, Mahathma Gandhi (Tokoh Hindu). Di Yogya, tempat di mana saya pernah menjadi santri di Pesantren Maulana Rumi juga mengkaji karya-karyanya sekaligus tari sufinya.

Ayahnya Rumi sendiri seorang wali, seorang ulama, gelarnya Sulthaanul Ulamaa. Namanya Syaikh Bahauddin Walad. Aslinya dari Balkh, Afganistan. Zaman dulu Afganistan ikut wilayah Persia. Waktu Rumi umur tiga tahun, Syaikh Bahauddin Walad dan keluarga pindah ke Konya, di satu daerah namanya Rum. Konya hari ini masuk wilayah Turki. Makanya, karena tinggalnya di daerah Rum gelarnya atau panggilannya Rumi. Nama aslinya Jalaluddin.

Jalaluddin Rumi sejak kecil sudah pintar. Bahkan begitu masuk ke Konya, saat berumur sekira 6/7tahun, sama ayahnya diajak sowan ke wali besar saat itu Fariduddin Attar. Begitu Fariduddin Attar melihat Rumi, waktu itu Rumi berdiri di belakang ayahnya. “Lihatlah lautan sedang datang dan di belakang lautan itu ada samudera,” kata Attar. Ya biasa, sufi dan wali itu lebih mengerti siapa yang jadi siapa. Dan ramalannya Fariduddin Attar benar bahwa Rumi ini jauh melebihi ayahnya .

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan