SANGGUL API

255 kali dibaca

PAYUNG

aku dan langit jadi sepasang mempelai
yang merahasiakan kisah cinta
di balik detak jarum jam

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

bila langit menerima kemarau
sebagai nasib yang jatuh di garis tangannya
tubuhku sedia terbuka
merelakan punggung ini tercabik matahari
demi menaungimu semata
agar kau tak buruk sangka
bagi langit kasihku tercinta

dan bila langit menerima musim hujan
sebagai jalan keseharian
tubuhku juga akan terbuka
membiarkan punggungku basah
demi keteduhanmu
supaya kau tak gampang menduga
:langit sedang meneteskan air mata

begitulah aku dan langit jadi kekasih
yang saling melengkapi
dalam catatan kisah yang tersembunyi

KAU: DI ANTARA PERCINTAAN MUSIM DAN TANAH

rupanya musim menulis surat cinta kepada tanah
melalui gugurnya daun dan bunga

kemudian tanah membalas surat itu dengan sebaris kata
pada tumbuhnya pohon menjulur buah

tiba-tiba tanganmu memetik buah itu dan mengunyahnya
tanpa menyadari hakikat percintaan musim dan tanah

maka kelak bila ajalmu tiba
tanah akan mengunyah tubuhmu seperti kau mengunyah buah itu

BULAN YANG MENEMUKAN AIB MATAHARI

angin melata dari cekung jasad bulan
yang lambat pulang di pagi hari
sebab tanggal tua mengharuskannya
terbit menjelang subuh
sesaat sebelum pagi
menapakkan kakinya pada kubah masjid

maka bulan yang kesiangan
adalah yang paling jelek dalam cerita
tapi betapa ia menemukan rahasia
tentang kesia-siaan matahari
yang mencari bayang tubuhnya sendiri
semenjak bumi jadi
bahkan sampai detik ini

dan pada detik terakhir jam delapan pagi

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan