Rekam Jejak Bapak Pendidikan Nasional

565 kali dibaca

Setiap tanggal 2 Mei, Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS). Hari yang bukan hari libur ini ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pelopor pendidikan di Indonesia. Kiprahnya di dunia pendidikan memang tidak perlu diragukan lagi. Pahlawan Nasional ini merupakan orang pertama yang mendirikan sekolah Taman Siswa yang diberi nama “National Onderwijs Instituut Taman Siswa” pada tanggal 3 Juli 1922 di Yogyakarta.

Ia mendirikan lembaga pendidikan tersebut sebagai tempat belajar bagi penduduk pribumi biasa agar dapat menikmati pendidikan yang sama dengan orang-orang dari kasta yang lebih tinggi. Sekolah Taman Siswa ini didirikan oleh Ki Hajar Dewantara setelah ia kembali dari Belanda karena diasingkan oleh kolonial Belanda selama kurang lebih enam tahun.

Advertisements

Ia diasingkan ke Belanda disebabkan kritiknya yang menentang kebijakan pemerintah Hindia Belanda karena melakukan berbagai diskriminasi, termasuk diskriminasi pendidikan. Kritikan pedas Ki Hajar Dewantara—yang  pada masa penjajahan Belanda tersebut berprofesi sebagai wartawan dan penulis surat kabar—yakni, melalui tulisannya yang berjudul “Seandainya Aku Seorang Belanda” pada tanggal 13 Juli 1913. Judul asli artikel tersebut adalah “Als Ik Een Nederlander Was.” Tulisannya tersebut dimuat di surat kabar De Express yang dipimpin Douwes Dekker (DD). Seperti diketahui bahwa pemerintah Hindia Belanda hanya memperbolehkan anak-anak kelahiran Belanda dan orang kaya atau terpandang (keluarga priyayi) yang bisa mengenyam pendidikan.

Baca juga:   Kearifan Budaya, Wali Songo, dan Islam Nusantara

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan