Ramadhan yang Tak Biasa…

356 kali dibaca

Bulan yang paling ditunggu-tunggu umat muslim sedunia akan segera tiba. Siapa sih yang tak bahagia Ramadhan tiba?

Dari anak-anak sampai orang dewasa, orang miskin sampai golongan kaya, bahkan dari mereka mereka yang mukmin muttaqin sampai mereka yang tak pernah sholat sekalipun.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Tapi hari ini, sepertinya banyak yang terlewat tahu, Sya’ban saja sudah sampai Nishfu-nya, yang biasanya para orang tua begitu sumringah, “alhamdulillah, Ramadhan sebentar lagi,” kini tampak tak begitu peduli meski sadar bulan puasa tinggal menghitung hari. Sementara, anak anak juga tak kalah heboh, menghitung hari demi hari, dengan jemari. Namun hitungannya tak bermakna apa pun, seperti sebuah hitungan tanpa menanti apa pun.

Biasanya, iklan-iklan di TV penuh dengan sajian-sajian khas berbuka, mulai dari sirup-sirup berwarna merah-kuning-hijau, yang dituang ke gelas berisi kubus kubus es. Berbagai merk mi instan yang menyarankan menyetok produk mereka untuk sahur. Pokoknya, semua produk akan fokus pada dua momen: berbuka dan sahur.Tapi hari ini, yang lebih banyak muncul di televisi, ya itu.

Biasanya harga-harga pada naik. Harga sembako, daging, telur, bumbu dapur, semuanya merangkak naik. Kalau dalam tradisi Jawa ada acara punggahan, yang artinya menaiki puncak kemuliaan karena akan memasuki bulan mulia Ramadhan, harga-harga juga ikut-ikutan naik ke puncaknya masing-masing. Tapi hari ini, saat semua aktivitas dibatasi, pedagang-pedagang jadi bingung: siapa yang mau membeli, maka kemudian harga pun anjlok. Dan pasar tetap saja sepi.

Biasanya, masjid, langgar, dan mushola mulai dibersihkan, karpet-karpet besarnya dicuci dan dijemur, volume speaker dikencangkan, temboknya dicat ulang, pintu-pintunya dibuka lebar-lebar, seolah untuk menyambut kedatangan Ramadhan, ya memang.

Tapi untuk kali ini, sudah kok, masjid-masjid sudah dibersihkan, bahkan jauh lebih awal dari biasanya, dan jauh lebih steril. Tapi yang aneh, pintu-pintunya justru semakin menyempit untuk dimasuki, beberapa bahkan tak boleh sama sekali.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan