Penerbit Gorga Berkunjung ke Pesantren Fadlun Minalloh

475 kali dibaca

Sahabat Gorga, sebagai gerakan literasi yang berada di bawah naungan Penerbit Gorga, melakukan kunjungannya yang pertama kali di tahun 2022 ke Pondok Pesantren Fadlun Minalloh, Wonokromo, Pleret, Bantul. Mereka dengan tim berjumlah lima orang pada Sabtu, 15 Januari 2022, masuk ke kelas 7 PK-PPS (Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salaf) Fadlun Minalloh. Kelima anggota tim itu adalah Yona Primadesi, Nermi Silaban, Abinaya Ghina Jamela, Della Naradika, dan Alfian Dana.

Di sana sebagai pembuka mereka berbincang-bincang mengenai proses kreatif Naya dalam menuliskan karya-karyanya. Naya bercerita sekilas mengenai pengalamannya dulu ketika pertama kali dikenalkan oleh ibu dan omnya tentang membaca dan menulis. Kemudian Yona berjanji akan memberi hadiah kepada siswa-siswi yang bertanya. Lima santri pun mengangkat tangan dan bertanya. Mengalirlah perbincangan antara tim Sahabat Gorga dengan siswa-siswi PK-PPS Fadlun Minalloh.

Advertisements

Setelah obrolan dirasa cukup, acara berikutnya adalah menggambar bersama. Siswa-siswi secara serentak mulai menggambar. Tak lama kemudian seorang anak bilang kalau dia sudah selesai menggambar. Namanya Alfi. Yona memintanya maju, kemudian bertanya-tanya tentang gambar yang dibuat oleh Alfi. Yang tergambar dalam kertas HVS ukuran A4 itu adalah suatu sosok yang mengenakan jubah dan memegang senjata tajam aneh.

Baca juga:   Tips Gus Yusuf Agar Anak Betah di Pondok

Kata Alfi, sosok itu adalah Udin si pencari rumput. Dari pertanyaan yang dilontarkan oleh Yona dan jawaban yang disampaikan Alfi itu, muncullah suatu gagasan cerita yang menarik. Secara singkat begini. Udin punya hobi membunuh. Hobinya ini lahir karena dendam yang terpendam kepada orang-orang yang pernah membulinya sejak dulu hingga kini. Dia akan membunuh semua orang jahat itu seperti dia memangkas rumput.

Baca juga:   Bila Pesantren Amanatul Ummah Siaga Corona

Setelah Alfi, ada juga Daffa yang menggambar orang-orang bermain di pantai, kemudian Radit yang menggambar wajah dengan sisi-sisi berbeda yang menggambarkan kondisi pecandu gadget, kemudian Basya yang menggambar dua orang memandang dua bintang jatuh yang menggambarkan sebuah cerita perjalanan antar planet, sampai kepada Alya yang secara sederhana menggambar mug istimewa di antara perkakas dapur.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan