Merancang Masjid Ideal Berbasis Perpustakaan

560 kali dibaca

Tidak dapat disangkal, sejak masa kenabian, kontribusi masjid terbukti sangat signifikan dalam membangun masyarakat berperadaban. Eksistensi masjid bukan hanya difungsikan sebagai tempat ibadah ritual semata, melainkan sebagai sentral aktivitas keumatan seperti pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya. Ketika memasuki zaman modern, peran vital masjid untuk mencerahkan umat seolah tersimplifikasi dan telah luntur. Masjid tidak lagi berjalan secara maksimal.

Saya kemudian melakukan riset mini menelusuri beberapa masjid di daerah tempat tinggal. Akumulasi riset juga ditunjang dari memori menyinggahi masjid-masjid ketika melakukan perjalanan (dalam kota maupun luar kota). Masih banyak masjid mengabaikan sarana prasarana tempat penghubung umat untuk saling berinteraksi, dialog perjumpaan, dan menjaga kohesi sosial. Masjid hanya menjadi tempat yang berdiri tunggal sebatas penyalur ibadah ritual.

Advertisements

Dari uraian riset mini tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa masjid telah mengalami pergeseran makna dan substansi. Masjid tidak lagi menjadi bagian integral antara dimensi spiritual, ekonomi, sosial, dan kultural. Padahal, ini merupakan suatu hal yang penting. Ketika masjid tidak hadir sebagai pengontrol moral umat di tengah keragaman masyarakat, konsekuensinya akan berakibat fatal pada umat itu sendiri.

Baca juga:   Perempuan Berkuda di Panggung Sejarah

Boleh jadi umat pada gilirannya cenderung menebalkan garis demarkasi dengan kelompok yang berbeda dengannya. Dalam aktivitas sosial penuh dengan kecurigaan, keraguan pergaulan, menipiskan rasa simpati hingga empati. Dan faktanya memang terjadi, umat sedang terjangkit dehumanisasi dan krisis moral bermasyarakat. Persoalan tersebut diakibatkan karena lemahnya literasi yang dimiliki umat.

Untuk mengatasinya, mainstreaming literasi pada umat niscaya digalakkan. Hal ini sebagaimana penjelasan Putri dan Lifia dalam jurnal “Pentingnya Penguasaan Literasi bagi Generasi Muda dalam Menghadapi MEA”. Mereka berargumen bahwa dengan kemampuan literasi akan mengentaskan umat dari berbagai permasalahan. Umat yang literat mendatangkan manfaat bagi masyarakat dan negara. Karena itu, saya mempunyai visi pembangunan serta pengembangan perpustakaan di masjid. Perpustakaan menjadi media ideal guna menumbuhkan literasi.

Baca juga:   Perlunya Tamasya Usai Corona

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan