Melawan dengan Sound Horeg

Ketika semua orang maunya hanya didengar, dan tidak mau mendengarkan suara orang lain, maka muncullah sound horeg itu.

Seperti umumnya, munculnya kesenian rakyat lebih sering didorong oleh ekspresi perlawanan terhadap dominasi eksternal atau, setidaknya, katarsis dari keterimpitan. Fenomena sound horeg, sebagai bentuk mutakhir hasil olah seni rakyat, bisa dibaca dalam kacamata itu. Seakan, melalui sound horeg, dari pelosok-pelosok kampung orang-orang berteriak-teriak: Dengarkan suaraku! Dengarkan pendapatku! Dengarkan mimpiku! Suara-suara mereka kini ikut berebut ruang pendengaran publik yang semakin bising.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Saya sendiri nyaris lupa dengan istilah horeg itu —bahasanya orang Jawa. Saat masih kecil, saya sering mendengar kata horeg ketika ada lindu atau terjadi gempa bumi, yang membuat tanah serasa bergoyang, rumah-rumah bergetar, atau genting melenting berjatuhan. Kehadiran sound horeg nyaris serupa lindu atau gempa bumi, ditambah dengan dentuman dahsyat suara rendah yang mengancam gendang telinga.

Pada mulanya ia hanyalah seperangkat sound system biasa untuk meramaikan hajatan, pesta, atau perayaan hari-hari tertentu di kampung-kampung di Jawa Timur. Melalui sound system itu, diputarlah musik dengan nyanyian atau musik untuk karaoke, mirip-mirip pertunjukan musik di kelab lengkap dengan “disc jockey” atau ruang-ruang karaoke. Ia berubah menjadi sound horeg ketika dilakukan penambahan peralatan sound system hingga mencapai puluhan unit yang ditempatkan pada kendaraan seperti pick up atau truk bahkan tronton.

Sebutan horeg, tentu merujuk pada apa yang diakibatkan oleh perangkat sound system yang telah dimodifikasi tersebut. Itulah yang kini menjadi fenomena masif tak hanya di Jawa Timur dan Jawa Tengah, tapi juga merambah di luar Jawa. Kini sound horeg telah menjadi industri kesenian rakyat dengan investasi dan perputaran uang yang tak sedikit. Dan, dari pelosok-pelosok kampung, ia telah membuat horeg Indonesia. Suara mereka mulai didengar. Sound horeg telah menjadi bentuk perlawanan atau katarsis mereka dari keterimpitan dan kesumpekan hidup.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan