duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Suatu hari saya di-WhatsAppp kolega dari Kangean. Dia minta satu pekerjaan digital yang bisa saya kerjakan, tapi tidak mungkin saya “eksekusi” lantaran takut kualat.

Baca Juga:   Menemu Humor Gus Dur Tersimpan di Makassar

Permintaannya sederhana, tapi cukup menggelitik. “Tolong saya dibuatkan logo NU yang simpul tali tambangnya terikat erat. Soalnya saya lihat logo NU di masjid talinya agak longgar!” Tulisnya yang kemudian saya balas dengan emoticon terbahak. “Wkwkwkwk…. Ya logo NU di mana-mana begitu.”

Advertisements
Cak Tarno

Lalu teman saya yang pada awalnya bukan orang NU ini menimpali dengan kalimat, “Serius ini, Taz.”

Baca Juga:   Santri Mbeling Bernama Felix

Saya balas, “Buat apa? Saya takut kualat! Yang mendesain logo NU ini bukan orang sembarangan. Beliau orang yang hebat. Tentu mendesain logo itu bukan hanya modal kreativitas belaka. Pastinya sudah beristikharah, meminta petunjuk kepada Allah!”

Halaman: 1 2 Show All

Comments

There is 1 comment for this article
  1. Rusdi El Umar, Alumnus PP Annuqayah
    Rusdi El Umar, Alumnus PP Annuqayah 6 Jun 2021 21:14

    Sebenarnya yang salah bukan logo NU-nya, tapi ikatan tambangnya (tampar, Madura) yang kurang seret/kenceng, wkwkekkkk….

Tinggalkan Balasan