LELAKI YANG LAHIR DARI RAHIM PUISI

80 kali dibaca

LELAKI YANG LAHIR DARI RAHIM PUISI

“Itu bukan ulahku!”
katamu pada tuah aksara di atas kanvas lusuh

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

lelaki itu menarik wajahnya,
pada sehelai kabut yang menggantung
di labirin senja di atas selaksa luka

air matanya melukis sajak,
seketsa puisi bermuara irama pilu

melepas rindu pada jejak,
dari rahim puisi lelaki itu lahir
menginjak tanah merah
di beranda jiwa berinai hujan

sendiri adalah berdua,
bersama sepi,
bersama sunyi,
bersama pecah malam di ceruk fajar

“lelakiku tak laku!” katamu
pada riak gerimis bertangkai petir
di ujung runcing merah senja
di kolam air mata pengantar lara

lelaki itu,
lahir dari rahim sebait puisi!

Madura, 25 November 2021.

DERAI MIMPI RINDU PELANGI

tabuh senarai rindu,
rerimbun bulan gelora aroma senja
tepian rona cakrawala,
tasbih riuh kelopak purnama

alismu binar,
sekerat rembulan berbaring
menaut kelopak kembang kasturi
aroma kelindan liris puisi cinta

di bibir delima,
: rekah sekuntum lagu riak pujangga
di dekap palung hati,
: degup pinta mimpi teratai purba
di kelopak gelombang rindu
: setangkai senyum warna surga

bersuluh dianmu,
liuk cahaya seikat anjangsana
kanvas celoteh gurindam
aura ketipung sebait pancasona

diamku memercik luka,
beranda hati, pecah retak mentari
menunggu siluet sayap senyum
mendulang cahaya serabut kata-kata
rintih nurani tasbih berzikir,
pahatan nama baluri jiwa
pekat tafakur cinta,
munajat ilalang menembus langit

bersama alis kerismu,
aku terbakar di ujung waktu
rindu… rindu… rindu!
cinta… cinta… cinta!

kabut mahligai,

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan