Kunjungan Riset Dosen UIN Malang ke Pesantren Lirboyo

duniasantri.co -Sabtu akhir Agustus lalu, Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur menerima kunjungan rombongan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Kunjungan dilakukan dalam rangka penelitian bertajuk “Rekonstruksi Pemaknaan Mati Syahid di Era Modern”.

Selain Lirboyo, para peneliti dari UIN Malang ini juga telah melakukan kunjungan sejenis ke beberapa pondok pesantren di Jawa dan Luar Jawa. Pondok Pesantren Lirboyo merupakan pesantren keenam yang dikunjugi mereka.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Para peneliti yang dipimpin Raden Ceceo Lukman Yasin ini terdiri dari tiga dosen program sarjana UIN Malang. Di Lirboyo, mereka juga mengikuti diskusi ilmiah bertema radikalisme bersama para wisudawan program sarjana Mahad Aly Lirboyo.

Baca Juga:   Kiai Syukri di Antara Sabar dan Syukur

Dari diskusi ilmiah tersebut diperoleh beberapa kesimpulan, antara lain ditegaskan bahwa pelaku bom bunuh diri yang beberapa kali terjadi di Indonesia sama sekali tidak bisa dikatakan mati syahid. Ada dua alasan mendasar dari hal tersebut. Pertama, objek bom bunuh diri mayoritas beragama Islam. Kedua, andaikan semua korban adalah nonmuslim, pelaku bom bunuh diri tetap tidak bisa dikatakan syahid sebab tidak dalam konteks peperangan terhadap mereka, bahkan mereka dilindungi di Indonesia.

Baca Juga:   Lomba Vocal Group dan Nasyid di Pesantren Gontor

Selain itu, peserta diskusi juga mewacanakan perlunya penyusunan kurikulum anti-radikalisme. Banyak masukan dari para wisudawan Mahad Aly Lirboyo kepada para tamu tersebut. Mereka juga terlihat sangat puas dan terkejut dengan wawasan para santri salaf yang selama ini kurang dipandang dan diperhitungkan.

Tinggalkan Balasan