Fatayat NU Dituntut Militan dan Berkarakter

Perkembangan teknologi yang kian cepat dan tak terbendung menuntut Nahdlatul Ulama (NU) beserta jajarannya ikut terlibat dalam konstelasi teknologi. Tak hanya itu, NU dengan Badan Otonom (Banom) juga idealnya berpartisipasi dalam berbagai bidang kegiatan, seperti aktif di media sosial, mengisi konten kreatif guna menyebarkan Islam yang ramah dan lainnya. Tak terkecuali Fatayat NU Cabang Mojokerto yang menjadi Banom NU, yang mengadakan acara Latihan Kader Dasar (LKD) untuk merespons yang terjadi di tengah masyarakat, Rabu (29/7/2020).

Acara yang diselenggarakan oleh Fatayat NU Mojokerto ini mengusung tema “Menciptakan Kader Fatayat NU yang Militan, Berkarakter, dan Berbudaya dalam Bingkai Ahlu Sunnah Waljamaah an Nahdhiyah”. Acara tersebut dihadiri oleh Pengurus Anak Cabang Fatayat se- Mojokerto sekaligus sebagai kobaran semangat dalam mengemban amanah sebagai Fatayat NU yang ada di Mojokerto.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Selaku Ketua Panitia LKD, Luluk menyampailan bahwa kader Fatayat juga harus bisa berdiri tegak membawa panji-panji toleransi demi menjaga nama baik NU secara general maupun kultural. “Kader Fatayat harus militan sebagai organisasi yang aktif dalam bersosial dan bermasyarakat. Oleh karenanya, dibutuhkan kualitas kader militan yang mempunyai kapasitas mumpuni dalam mengimbangi sekaligus sebagai pengayom di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya pada akhir sambutan.

Baca Juga:   Pertunjukan Wayang Potehi di Masa Pandemi

Senada dengan itu, Wiwik selaku pemateri LKD tentang kepemimpinan menjelaskan bahwa kader Fatayat harus tangguh di tengah pandemi. Pekerjaan rumah kita sebagai Fatayat, menurutnya, adalah bagaimana ketahanan keluarga terjaga dengan baik. Tak hanya itu, Wiwik juga berharap kader Fatayat tidak boleh buta dengan politik mengingat saat ini momen pilkada serentak di berbagai daerah.

Baca Juga:   Membaca Proses Kenabian dan Kerasulan Muhammad (3)

Demikian pula Mu’alimin, selaku pemateri Aswaja an Nahdliyah, menjelaskan bahwa Aswaja mengajarkan Islam yang moderat, tidak bersikap ke kanan dan ke kiri. Dengan harapan, mampu mencetak kader yang berkarakter dengan haluan Aswaja an Nahdliyah.

Tinggalkan Balasan