Kamis dan Jumat, 5-6 Maret lalu, ada aktivitas yang berbeda di lingkungan Pondok Pesantren Al-Manar Azhari Depok, Jawa Barat. Puluhan santri, putra dan putri, terlihat sibuk menanam benih tanaman dalam wadah-wadah berbagai ukuran. Benih-benih itu akan ditanam di lahan lingkungan pesantren. Kelak, benih-benih itu akan tumbuh menjadi pohon-pohon besar nan rindang dan menghijaukan lingkungan pesantren.
Apa yang dilakukan para santri Pesantren Al-Manar Azhari Depok itu merupakan Program Pesantren Hijau yang diinisiasi Lembaga Penanggulangan dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) bekerja sama dengan Alumni Grant Scheme (AGS) Australia.

LPBI NU dan AGS Australia memang sedang gencar mengkampanyekan isu perubahan lingkungan dan mitigasi bencana. Adapun, pesantren dipilih lantaran dinilai sebagai institusi yang efektif untuk dapat menggerakkan kesadaran akan pentingnya masyarakat menjaga keseimbangan lingkungan. Karena itu, LPBI NU dan AGS Australia menggulirkan Program Pesantren Hijau.
Sebagai langkah awal, Program Pesantren Hijau akan dilaksanakan di tiga pesantren di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Program Pesantren Hijau yang pertama dilaksanakan di Pesantren Daarul Quran di Tangerang, Banten, yang diasuh ustadz Yusuf Mansur pada Jumat-Sabtu, 21-22 Februari 2020. Sedangkan, di Pesantren Al-Manar Azhari Depok adalah yang kedua. Berikutnya program serupa akan dilaksanakan di salah satu pesantren di Jabodetabek.
