Dampak Covid-19 terhadap Pendidikan di Indonesia

899 kali dibaca

Sudah 8 bulan lebih virus Corona atau Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepat serangannya, yang semula sebagai endemi dalam waktu singkat menjadi pandemi global, mewabah keseluruh penjuru dunia. Semua negara, tanpa terkecuali Indonesia, terkena dampaknya.

Dunia pun berubah begitu cepat, secepat virus yang terus memabah, termasuk bagaimana penyelenggaraan pendidikan di berbagai dunia harus menyesuaikan diri. Pemerintah Indonesia pun tergopoh-gopoh merumuskan kebijakan nasional dalam menghadapi pandemi ini (Wahab, 2020). Beberapa kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia untuk menghentikan penyebaran virus ini, seperti melakukan lockdown di daerah yang sudah termasuk ke dalam zona merah atau physical distancing untuk menghindari virus melalui kontak fisik. Pemerintah Indonesia juga menetapkan berbagai protokol kesehatan.

Advertisements

Dengan berbagai kebijakan tersebut, penyelenggaraan pendidikan di Indonesia juga mengalami penyesuaian. Sejak Maret 2020, misalnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim telah menetapkan kebijakan pembelajaran menjadi sistem pembelajaran jarak jauh. Di mana kegiatan belajar mengajar ini di lakukan dari rumah masing-masing atau secara online.

Rupanya, dalam penyelenggaraan pendidikan dengan sistem jarak jauh ini banyak dijumpai kesulitan. Dan hal ini juga dinilai merugikan untuk kemajuan Indonesia. Karena, pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting untuk generasi penerus bangsa. Lantas bagaimana nasib bangsa Indonesia ke depan?

Apalagi sistem pendidikan di Indonesia sering berubah-ubah. Di mana pada 2016 terdapat perubahan pada sistem Ujian Nasional yang tadinya dengan menggunakan kertas ujian kemudian sekarang berubah menjadi Ujian Nasional Berbasis Komputer atau mudahnya yaitu ujian dengan menggunakan komputer.

Hal itu saja sudah menjadi kendala bagi kalangan dunia pendidikan karena kurangnya sarana dan fasilitas sekolah. Kini, diterapkan sistem baru lagi, yaitu sistem pendidikan jarak jauh. Hal ini banyak menuai perdebatan karena dianggap tidak efesien bagi pengajar maupun pelajar.

Banyak sekali tantangan yang harus mereka hadapi jika harus melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Memang benar hal ini dapat membuat kemajuan pada sistem teknologi yang ada di Indonesia. Tetapi bagaimana dengan sistem pendidikannya? Para pelajar mengalami kesulitan untuk menyesuaikan hal tersebut. Para pelajar dituntut harus tetap bisa menyerap materi yang diberikan. Dan para pengajar pun juga dituntut untuk bisa menyampaikan materi dengan maksimal kepada para pelajar.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan