duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Bila Santri Mencuci Beras

Zubaid begitu dimanjakan oleh orang tuanya. Ia jarang sekali membantu bapak ibunya dalam mengerjakan tugas-tugas rumahan. Setelah lulus dari SMP, ia dipondokkan. Tradisi pondok, biasanya jika ada santri baru maka ia harus digojlok agar kerasan. Penggojlok adalah para seniornya.

Baca Juga:   Menemu Humor Gus Dur Tersimpan di Makassar

Malam hari setelah selesai mengaji, santri yang sekamar dengan Zubaid ingin menyambut kedatangannya dengan memasak. Mereka membagi tugas. Ada yang mencari lauk. Ada menyiapkan alat masak. Saat itu Zubaid ditugasi untuk ngliwet atau menanak nasi, tugas yang paling mudah untuk santri baru. Tapi, karena Zubaid tidak pernah tahu-menahu urusan tersebut, ia pun bingung.

Advertisements
Cak Tarno

“Kang, beras ini harus diapakan dulu sebelum ditanak?”

Baca Juga:   Panggil Aku Gus Parit (3)

Kang Nuril yang ditanya menertawakan Zubaid. “Gitu aja ko nggak ngerti. Ya, dicuci dulu berasnya biar bersih, kemudian taruh dalam dandang, taruh di atas kompor.”

Halaman: 1 2 Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan