Bila Mahasiswa Menulis untuk duniasantri

164 kali dibaca

Tentu menjadi kebanggaan tersendiri ketika keberadaan laman duniasantri.co memperoleh atensi dan pengakuan dari kalangan akademisi. Terbukti, semakin banyak perguruan tinggi yang menjadikan duniasantri.co sebagai salah satu pilihan media untuk memublikasikan tugas ilmiah mahasiswanya. Pendek kata, tugas ilmiah para mahasiswa harus dimuat di media, salah satu pilihannya adalah duniasantri.co.

Karena itu, semakin banyak mahasiswa, terutama dari perguruan tinggi berbasis agama Islam, yang akhir-akhir ini melakukan registrasi untuk menjadi penulis/kontributor di duniasantri.co. Tentu, jumlahnya masih kalah dibandingkan dengan santri dari berbagai pondok pesantren di Tanah Air. Namun, kian hari makin banyak saja. Sekali lagi, bagi komunitas duniasantri, tren itu membanggakan.

Advertisements

Namun, sayangnya, tidak semua kiriman naskah dari para mahasiswa yang sedang memenuhi tugas kuliah tersebut bisa dirilis. Berdasarkan kurasi yang dilakukan tim redaksi, setidaknya ada tiga catatan kenapa tugas-tugas ilmiah tersebut tidak bisa diloloskan untuk dipublikasikan.

Pertama, dari segi kaidah dan teknik penulisan memang tidak memenuhi syarat. Yang dimaksud di sini adalah kaidah dan teknik penulisan ilmiah populer, karya ilmiah yang ditulis khusus untuk konsumsi (media) publik. Atau sering disebut artikel. Ini mengandaikan bahwa para mahasiswa itu belum memahami dan menguasai kaidah dan teknik penulisan ilmiah populer.

Kedua, dari segi tema dan topik pilihan seringkali tidak pas untuk napas dan politik redaksional duniasantri.co. Misalnya, seringkali tema yang diangkat adalah masalah hukum atau fikih yang furuiyah atas praktik keagamaan. Padahal, sedari mula duniasantri.co menghindari tema-tema seperti ini. Jika duniasantri.co memuat perihal praktik keagamaan, misalnya, tinjauannya selalu dari perspektif tradisi atau sosiologis.

Ketiga, pendekatan yang digunakan cenderung asembling atau cangkokan. Misalnya, mungkin karena kuliahnya di jurusan manajemen pemasaran dan media yang dipilih adalah duniasantri.co, maka naskah yang ditawarkan adalah “strategi dan manajemen pemasaran pondok pesantren”. Bagaimana mungkin pondok pesantren ditempatkan sebagai “produk” dan kemudian dipasarkan dengan konsep “4P”, yaitu product, price, promotion, dan place. Artinya, ilmu pemasaran secara text book digunakan untuk memasarkan pondok pesantren. Padahal, secara historis, tumbuh-kembangnya pondok pesantren di negeri ini nyaris di luar jangkauan ilmu pemasaran. Justru, bisa jadi, jika pendekatannya dibalik, dengan meneliti dan mengkaji perkembangan pesantren, akan melahirkan ilmu pemasaran baru yang datang bukan dari kultur atau subkultur yang berbeda.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan