Al-Hamidiyah, Pelabuhan Terakhir Kiai Sjaichu

153 kali dibaca

Dilahirkan di daerah Ampel, Surabaya, Jawa Timur, perjalanan dakwah Kiai Sjaichu berakhir di Depok, Jawa Barat. Pondok Pesantren Al-Hamidiyah yang besar nan megah adalah warisan dari Kiai Sjaichu jalan dakwah yang ditempuhnya.

Nama lengkapnya adalah KH Achmad Sjaichu. Lahir pada 29 Juni 1921, putra bungsu dari pasangan H Abdul Chamid dan Hj Fatimah ini dikenal oleh masyarakat sebagai tokoh agama sekaligus pendiri Pesantren Al-Hamidiyah Depok. Namun, sebelum mendirikan Al-Hamidiyah, Kiai Sjaichu telah menempuh perjalanan panjang dalam berdakwah.

Advertisements

Sedari belia, Kiai Sjaichu sudah dikenal tekun belajar ilmu agama. pada usia 7 tahun, Kiai Sjaichu sudah menghatamkan Al-Qur’an 30 Juz. Pada usia sekolah, Kiai Sjaichu belajar di Madrasah Taswirul Afkar. Madrasah ini dikenal sebagai cikal bakal Nahdlatul Ulama (NU). Setelah itu, Kiai Sjaichu melanjutkan pendidikannya ke Madrasah Nahdlatul Wathan. Di Nahdlatul Wathan ia dibimbing seorang guru yang sangat mempengaruhi perkembangannya semasa dia sekolah, yaitu KH Abdullah Ubaid. Selain itu, ia juga berguru kepada KH Ghufron untuk belajar ilmu fikih.

Selain tekun belajar, di masa remajanya Kiai Sjaichu juga dikenal ulet dalam bekerja. Ia belajar sambil bekerja. Bahkan, setelah tamat dari Nadlatul Wathan, ia bekerja di bengkel Marina milik Angkatan Laut di Surabaya. Di saat sudah mulai bekerja itulah Kiai Sjaich juga mulai merintis jalan dakwah. Jika sebelumnya belajar sambil bekerja, kini Kiai Sjaich mulai bekerja sambil berdakwah. Ia berdakwah di lingkungan tempatnya bekerja.

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan