duniasantri.co

Visi Membangun Negeri

Alfiyah dan Mitos Penghafalnya

Bagi santri, ilmu nahu sudah sangat familiar. Ia biasa dibahas sampai larut malam sambil menikmati hidangan kopi dan rokok (ala Pesantren), atau dikaji dan ditelaah di kelas. Para penghafalnya rela berpuasa sebelum dan sampai sesudah menghafalnya. Banyak pondok pesantren di Nusantara yang menjadikan ilmu nahu sebagai pelajaran pokoknya.

Baca Juga:   Karena Corona, Pondok Ploso Percepat Masa Libur

Sebagaimana lazimnya tatanan dalam bahasa yang mempunyai kaidah dan aturan, bahasa Arab pun mempunyai kaidah. Jika dalam bahasa Indonesia ada konsep S-P-O-K (subjek, predikat, objek, keterangan), maka dalam bahasa Arab juga mempunyai fiil-fail, mubtadakhobar, dan lain sebagainya.

Advertisements
Cak Tarno

Bait-bait Alfiyah disusun menggunakan bahar Rojaz. Umumnya, dari 16 macam bahar dalam ilmu arudh. Bahar Rajaz menempati urutan ketujuh, dan memiliki empat macam bait, yaitu bait tam, majzu, masytur, dan manhuk. Karena itu, Alfiyah mudah untuk diingat dan dihafalkan.

Baca Juga:   Dari Diskusi Penulisan Cerpen Dunia Santri

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Comments

be the first to comment on this article

Tinggalkan Balasan