Alfiyah dan Mitos Penghafalnya

1.141 kali dibaca

Bagi santri, ilmu nahu sudah sangat familiar. Ia biasa dibahas sampai larut malam sambil menikmati hidangan kopi dan rokok (ala Pesantren), atau dikaji dan ditelaah di kelas. Para penghafalnya rela berpuasa sebelum dan sampai sesudah menghafalnya. Banyak pondok pesantren di Nusantara yang menjadikan ilmu nahu sebagai pelajaran pokoknya.

Sebagaimana lazimnya tatanan dalam bahasa yang mempunyai kaidah dan aturan, bahasa Arab pun mempunyai kaidah. Jika dalam bahasa Indonesia ada konsep S-P-O-K (subjek, predikat, objek, keterangan), maka dalam bahasa Arab juga mempunyai fiil-fail, mubtadakhobar, dan lain sebagainya.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Bait-bait Alfiyah disusun menggunakan bahar Rojaz. Umumnya, dari 16 macam bahar dalam ilmu arudh. Bahar Rajaz menempati urutan ketujuh, dan memiliki empat macam bait, yaitu bait tam, majzu, masytur, dan manhuk. Karena itu, Alfiyah mudah untuk diingat dan dihafalkan.

Tak jarang, pondok pesantren di Indonesia mewajibkan bagi seluruh santri yang mondok untuk menghafalkan bait-bait Alfiyah. Sebelum mempelajari Alfiyah, para santri biasanya lebih dulu diajarkan kitab-kitab klasik yang tingkatannya berada di bawah Alfiyah. Tidak berlebihan, karena Alfiyah adalah kitab yang menerangkan tata cara menulis dalam bahasa Arab secara spesifik.

Mungkin pembaca sering mendengar perkataan yang acap kali dibuat bahan candaan oleh para penghafal nadhom Alfiyah, seperti ini: “Jika ada orang yang mengajak debat seputar ilmu nahu kepada orang yang telah hafal Alfiyah, maka jawablah (tantangan itu) dengan huruf keempat dan kelima dari nama asli Alfiyah (Khulashoh); Shoh: diamlah!”

Acap kali santri yang menghafalkan Alfiyah akan ditimpa ujian dan cobaan. Konon, katanya, “Ketika sampai pada bab Jamak Taksir, ada-ada saja cobaanya. Entah muntah darah, kematian keluarga, dan lain sebagainya. Seperti yang penulis (Al-faqir) rasakan ketika menghafalkan Alfiyah, yaitu muntah darah. Anehnya, ketika Al-faqir[1] periksakan dan konfirmasi ke dokter perihal itu, tak ada apa-apa, kata dokter.”

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan