LITURGI BULAN JULI
Sayup-sayup embusan angin
Membelai tubuh kecil yang meringkuk
Tanpa suara, tanpa kata, hanya sunyi yang merasuk
Menyentuh ulu hati, lebih dalam dari sekadar bisikan lembut
Berdiam diri di bulan Juli, menyapa Tuhan dengan nyanyian bisu

MONOLOG DAUN
Juli, engkau datang terlalu awal
Membuatku gugur sebelum malam
Sedang bungaku masih ingin mekar lebih lama
Tanah-tanah kini tak lagi riang
Bersedih atas kehadiran luka yang belum benar-benar sembuh
ELEGI DI BULAN JULI
Kemarin, burung-burung bercerita di atas awan
Mengeja kata untuk langit Juli yang hendak menangis
Mencoba menenangkan walau sayapnya terbasuh darah
Berkicau, menyanyikan lagu sendu
Ia tak menjanjikan sembuh, tapi berkata kepada Juli
“jangan lari, terlukalah sampai sembuh”
SERAT LANGIT
Langit selalu bisu saat membisikkan luka
Tapi patahannya mampu kubaca
Di atas tudung kepalaku
Langit terhampar bak naskah yang begitu kelabu
Bintang-bintangnya menjelma menjadi irama sunyi
Sedangkan gelap malam dan kepulan asap menyelimuti isi hatimu