Santri Covid-19 Nyaris 200, RS Mini Dibangun di Pondok Blokagung

700 kali dibaca

Mengkhawatirkan. Jumlah santri yang terpapar virus Corona di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Banyuwangi, Jawa Timur, terus bertambah signifikan. Hingga Jumat (28/8/2020), total santri yang berstatus positif Covid-19 mencapai 199 orang. Demi percepatan penanganan, di kompleks pondok pun dibangun rumah sakit mini.

Berdasarkan data yang dirilis Dinas Kesehatan Banyuwangi, pada Jumat terjadi penambahan 100 kasus. Dari jumlat itu, sebanyak 89 terjadi di Pondok Blokagung. Ditambah dengan penambahan hari-hari sebelumnya, total tercatat ada 199 santri yang positif Covid-19 di salah satu pesantren terbesar di Banyuwangi ini.

Advertisements

Perkembangan penyebaran Covid-19 di salah satu pesantren terbesar di Banyuwangi ini sampai memperoleh perhatian khusus dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Kemenkes akan melakukan supervisi langsung dalam penanganan Covid-19 di Pondok Blokagung ini.

Pejabat Kemenkes, yakni Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr Budi Hidayat, turun langsung ke Banyuwangi. Pada Jumat, ia memimpin rapat koordinasi di Banyuwangi yang dihadiri jajaran pejabat Kemenkes, KKP Kelas II Probolinggo, Dinas Kesehatan Jawa Timur, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara, dan Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Yuli Eko.

“Kita sudah satu persepsi. Ini masalah kita bersama. Kita bisa tangani dengan tepat, cepat, dan komprehensif,” ujar Budi kepada wartawan. Pihak Kemenkes juga telah telah menyiapkan tim kesehatan, terdiri dari dokter, perawat, epidemiologi, sanitarian, ahli gizi, dan psikolog. Kemenkes berjanji melakukan karantina dan penanganan komprehensif. Seluruh santri juga akan dites swab untuk mempercepat pemutusa mata rantai penularan. “Setelah itu, kita akan lakukan treatment, lalu kita tunggu 14 hari,” terangnya.

Bangun RS Mini

Untuk mempercepat penanganan dan pemutusan mata rantai penularan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi akhirnya membangun Rumah Sakit (RS) Mini di lingkungan Pondok Blokagung. RS mini ini dilengkapi sarana pemeriksaan lengkap dan peralatan medis serta tim medis yang bersiaga selama 24 jam tiap hari. RS mini telah beroperasi sejak Selasa.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono, RS mini ini menjadi tempat untuk memeriksa para santri yang mengalami gejala Covid-19. Seperti batuk, pilek, demam, hingga kehilangan kepekaan indera penciuman dan perasa.

Sejumlah peralatan yang tersedia di RS mini ini, di antaranya sejumlah bed, sarana pemeriksaan, hingga tabung oksigen. Tiap hari disiagakan 10 tenaga kesehatan yang dibagi menjadi dua sift, masing-masing bekerja 5 jam. Tim kesehatan dari sejumlah Puskesmas yang lokasinya dekat dengan pondok itu telah dijadwalkan secara bergantian untuk berjaga RS mini ini.

“Setiap hari ada dokter dan perawat yang berjaga di sana. Tentu dengan mengunakan alat pelindung diri (APD) untuk menjaga keselamatan mereka,” ujar Widji Lestariono. Sebagai antisipasi, juga terus dilakukan penambahan peralatan dan sarana lain. Misalnya, Dinas Kesehatan telah mengirimkan tambahan 30 bed ke lokasi.

“Ini sebagai langkah antisipatif kita seandainya ada penambahan kasus lagi. Sehingga ruang isolasi yang ada sekarang tidak kepenuhan. Namun, kami berharap ini tidak terjadi, karena semua santri sehat dan bebas Covid-19,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banyuwangi dr Yos Hermawan menjelaskan, Babinsa, Bhahinkamtibmas, bersama petugas puskesmas akan terjun langsung mendata santri asal Pondok Blokagung yang sedang pulang ke rumah, untuk kemudian ditentukan langkah selanjutnya. “Ini perlu kita tangani dengan segera,” katanya.

Dijelaskan, Dinas Kesehatan Banyuwangi telah menurunkan lima tim untuk penanganan kasus tersebut. Yakni, tim pemeriksaan, tim tracing, tim swab, tim trauma healing, dan tim disinfeksi. Pemeriksaan, tracing, taruma healing, dan disinfeksi dilakukan setiap hari. Sedangkan, tes swab dua hari sekali.

“Sudah ratusan santri yang kita uji swab. Tracing terus kita kembangkan agar penyebaran Covid-19 bisa kita kendalikan,” ujarnya.

Multi-Page

Tinggalkan Balasan