Reaktualisasi Jihad Santri Melalui Medan Virtual

Garry R. Bunt (2003) pernah memberikan pemahaman bahwa fenomena keagamaan dalam perkembangannya banyak dihadirkan dalam ruang-ruang digital/media internet, namun, lebih menghadapkan pada realitas yang paradoks, yaitu antara ortodoksi Islam dengan realitas era digital yang heterodoks.

Pada tingkatan tertentu, sesungguhnya lingkungan Islam maya dinilai sebagai tiruan, yaitu representasi dari yang nyata, juga representasi dari yang ideal. Narasi-narasi keagamaan yang kontradiktif ini menunjukkan adanya tingkat struktur interaksi yang berbeda, dan perbedaan ini memicu terhadap munculnya persoalan baru.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Realitas keagamaan sebagaimana ditampilkan dalam media publik siber ini seolah mengabaikan ketentuan konsep ruang publik yang semestinya dijaga bersama-sama demi terwujudnya situasi kehidupan sosial ditengah ikilm demokrasi. Ruang publik siber yang cenderung bebas dan sangat terbuka luas bagi para pengguna, dapat menjadi sebab kecemasan tersendiri, karena kontradiksi ini dapat menimbulkan persoalan baru dalam beragama.

Raktualisasi Spirit Jihad Santri

Santri baik dalam konteksnya sebagai personality maupun community, melalui momentum sejarah tentang seruan Resolusi Jihad, dianggap telah sukses dalam memproklamasikan gagasan dan ide perjuangan, sehingga mewarnai terhadap perjalanan panjang bangsa Indonesia.

Resolusi Jihad bagi para santri merupakan tonggak dan akar perjuangan atas pembelaanya yang sungguh-sungguh terhadap bangsa. Sebuah gerakan Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 silam, merupakan bentuk respons kalangan kiai dan santri terhadap upaya agresi militer Belanda kedua di Indonesia.

Jihad ini tidak dianggap selesai, sebab jihad dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa Indonesia tidaklah hanya bisa dilakukan dengan melawan kolonialisme seperti yang pernah terjadi pada masa perjuangan dalam merebut atau mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Bahwa munculnya persoalan baru, seiring dengan tumbuhnya perkembangan masyarakat hari ini, tentu harus dapat dihadapi dengan semangat juang yang tinggi, bahkan jihad dalam menghadapai persoalan baru ini yang harus gelorakan kembali kepada masyarakat dan kalangan santri.

Agar setiap sudut ruang baru yang tercipta dengan penuh kebebasan ini tidak banyak diwarnai oleh tampilan paham ideologi dan keagamaan tertentu sehingga dapat memberikan ancaman terhadap kedaulatan dan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Maka, hari santri dapat menjadi momentum dalam merefleksikan diri sebagai santri yang telah menorehkan sejarah dalam peristiwa resolusi jihad saat itu dan menunjukkan sebagai bentuk dari komitment kebangsaan, sekaligus sebagi bentuk pengkhidmatan dalam membela dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepribadian santri merupakan sebuah pancaran dari keperibadaian seorang ulama yang menjadi pemimpin dan guru bagi mereka. Spirit jihad dengan menekankan makna dan kedudukan melalui sifat-sifat ikhlas dalam perrjuangan (kerja ikhlas), harus selalu menjadi sandaran dalam segala bentuk jihad maupun perjuangan yang dilakukan untuk menggapai rida Tuhan. Itulah spirit jihad yang harus ditanamkan hingga pada generasi santri saat ini.

Tinggalkan Balasan