“Laila, aku punya puisi untuk mantanku”
Seketika itu telingamu memerah. Alismu saling beradu, pun kulit di atasnya mengkerut tak karuan. Kedua bibir yang pernah kulumat hebat kini melecu menolak kata-kataku yang kau anggap rancu.

“Laila, aku punya puisi untuk mantanku”
Seketika itu telingamu memerah. Alismu saling beradu, pun kulit di atasnya mengkerut tak karuan. Kedua bibir yang pernah kulumat hebat kini melecu menolak kata-kataku yang kau anggap rancu.

Dari sekian banyaknya pondok pesantren yang ada di Indonesia, ada satu pond...
Sorry. No data so far.