Pesantren Nurul Qarnain Jember Gelar Halal Bihalal

209 kali dibaca

Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Baletbaru, Sukowono, Jember, menggelar Halal Bihalal bersama Pengasuh, Umana’, Pengurus, Dewan Guru dan Santri, pada Kamis (12/05/2022) malam. Acara yang digelar di Auditorium KH Yazid Karimullah ini dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain beserta keluarga, para pengurus pesantren, pimpinan lembaga di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Nurul Qarnain, para dosen, dewan guru, serta 1500 santri putra dan putri.

Kegiatan ini mengusung tema, “Spirit Idul Fitri sebagai momentum untuk memperkuat sinergitas dan keharmonisan dalam mewujudkan Pondok Pesantren Nurul Qarnain yang maju dan berkah.”

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

KH Fawaid Yazid selaku wakil pengasuh 1, dalam penyampaiannya mengulas tentang ghirah santri dan guru. Beliau berharap, semangat belajar santri agar ditingkatkan, dan spirit mengajar guru juga ditambah. Santri tidak membeda-bedakan guru, begitu pula guru, hendaknya tidak membeda-bedakan santri.

“Santri yang kebetulan siswa MTs, sedang ramai sebab bergurau, misalnya, maka jangan menunggu guru MTs untuk menegurnya. Semua guru, meski bukan guru MTs, berhak dan layak menegurnya. Contoh lain, misalnya ada siswa SD yang buang sampah sembarangan, maka siapa pun guru yang menjumpainya, langsung dinasihati,” tuturnya.

Sebelum itu, beliau menyambut selamat datang kepada seluruh santri yang telah kembali ke pondok pesantren hari Rabu, 10 Syawal kemarin. Mewakili Keluarga Besar Pondok Pesantren Nurul Qarnain, beliau juga mengucapkan mohon maaf lahir batin, minal a’idzin wal faizin kullu ‘amin wa antum bikhair.

“Barangkali ada perkataan maupun tindakan, baik disengaja atau pun tidak, yang menyinggung dan menyakiti hati Anda sekalian, kami atas nama Keluarga Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain mohon maaf yang tidak terbatas. Begitu pula dengan Anda semua, jika terdapat salah kepada kami, kami juga maafkan,” tambahnya.

Sementara itu, KH Badrut Tamam selaku wakil pengasuh 3 menyampaikan terkait kedisiplinan santri dan guru. Mulai besok, Jumat (13/5/2022), kegiatan belajar mengajar di kelas-kelas sudah mulai aktif. Dewan guru yang mempunyai jadwal mengajar, pukul 06.55 WIB sudah harus stand by di kantor. Demikian pula dengan para siswa, pukul 06.50 WIB sudah harus berada di dalam kelas.

“Mulai besok, jam 07.00 semua pintu gerbang (gerbang utama dan gerbang Ma’had Aly) akan ditutup. Jadi, dewan guru yang sampai ke depan pintu gerbang tepat jam 07.00, maka sudah tidak bisa masuk,” tegasnya.

Beliau juga menambahkan bahwa kedisiplinan ini harus ditanamkan dan ditingkatkan dalam diri para dewan guru dan santri. Sebab, maju tidaknya sebuah pesantren salah satunya tergantung dari kedisiplinan. Bahkan, beliau pula mempersilakan bagi karyawan, guru atau dosen yang tidak mau bekerjasama dengan kedisiplinan yang telah diterapkan di Nurul Qarnain supaya mengajukan mutasi atau membuat surat pengunduran diri.

Sedangkan, KH Yazid Karimullah, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qarnain, mengamini pemaparan sebelumnya. Beliau juga mengisahkan kunjungan sekaligus silaturrahminya ke Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, KH Ahmad Fuad Nur Hasan, seminggu yang lalu. Dalam kisahnya, beliau menceritakan bahwa kedisiplinan di Pesantren Sidogiri betul-betul luar biasa. Bagi santri yang telat balik ke pesantren selama tujuh hari tanpa uzur (misalnya), nama santri tersebut langsung dicoret.

“Maksudnya dicoret itu dimulai dari pertama lagi. Semisal santri tersebut adalah siswa kelas tiga, maka diturunkan ke kelas awal, yaitu kelas satu. Semisal santri itu sudah semester tujuh, tapi telat saat balik ke pesantren, maka turun lagi ke semester satu. Mungkin suatu saat ini juga bisa diberlakukan di sini,” tuturnya.

Multi-Page

Tinggalkan Balasan