Kasus pemaksaan penggunaan jilbab di lingkungan sekolah mengundang perspektif negatif dari berbagai kalangan. Kebanyakan dari mereka menilai pemaksaan yang dilakukan oleh oknum pendidik di SMAN Bantul merupakan bentuk intoleransi yang dilarang oleh regulasi, agama, dan norma Pancasila. Hingga saat ini, penanganan kasus pemaksaan jilbab berujung pada pembebastugasan kepala sekolah beserta tiga guru. Pun, banyak respona berdatangan, salah satunya dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X yang mengambil tindakan cepat untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Soal seragam sekolah di Indonesia mempunyai potensi besar untuk melahirkan permasalahan serius. Keinginan suatu lembaga pendidikan untuk menampilkan dirinya sebagai sosok yang dikenang oleh masyarakat, mengurai berbagai perspekif yang berbeda. Perspektif negatif akan didapatkan jika kebijakan yang dikeluarkan dapat merusak khazanah kebangsaan dan kehidupan sosial.

Ihwal pemaksaan jilbab, agaknya perspektif negatif dapat dimunculkan oleh masyarakat dari sentimen keagamaan. Tentang bagaimana suatu lembaga pendidikan tidak bisa membedakan antara unsur pengajaran dengan adat sosial. Kegagalan tersebut dibaca secara jelas oleh masyarakat dengan melihat respons anak didik yang kurang nyaman ataupun ketakutan sewaktu dilaksanakannya kebijaakan tersebut.
