Meriah, Bukber Santri Darul Ulum Sumenep

Acara buka bersama (bukber) santri (Madrasah Tsanawiyah) MTs Darul Ulum Sumenep, Madura, pada Kamis (29/4/2021) berlangsung meriah. Sebelum buka bersama, acara diisi penampilan seni hadrah dari siswa-siswi Darul Ulum. Selain itu ada khatmil Quran. Bagi para santri, bukber menjadi wahana menjalin silaturrahmi dan membangun kebersamaan.

Pada acara buka puasa bersama kali ini —merupakan kegiatan tahunan di lembaga Darul Ulum— dihadiri oleh para guru dan siswa-siswi dari RA, MI, dan MTs Darul Ulum. Kegiatan ini merupakan ajang silaturrahmi, sekaligus sebagai bentuk relaksasi karena di dalam kegiatan ini diselingi dengan berbagai hiburan. Seperti penampilan seni hadrah oleh siswa-siswi Darul Ulum serta adanya Khatmil Quran sebagai bagian dari ibadah Ramadan. Sebelun acara buka puasa bersama, di lembaga ini telah dilaksanakan kegiatan pondok Ramadan selama tiga hari, 20-22 April 2021.

Advertisements
Cak Tarno

Menurut Kepala MTs Darul Ulum Achmad Asy’ari, kegiatan Khatmil Quran adalah bagian dari membumikan teks Al-Quran. “Dengan adanya kegiatan Khatmil Quran kita berusaha untuk membangun ayat-ayat Al-Quran menjadi jiwa dan roh kita dalam keseharian,” ujarnya di sela-sela kegiatan buka bersama ini.

Menurut Ketua Yayasan Darul Ulum, K Zuwaidi Bashir, acara yang bertema “Berkah Ramadan” ini merupakan puncak rangkaian dari acara sebelumnya, yaitu kegiatan Pondok Ramadan dan KKN dari STKIP Aqidah Usymuni Sumenep. Dari kegiatan lahir sebuah kelompok Qurani “Sunan Ampel”, yang bergerak di dalam tartil Al-Quran yang wajib bagi anggotanya membaca satu juz Al-Quran setiap harinya. Maka kemudian muncul Kampung Qurani (di Desa Batuputih Kenek) sebagai bentuk komitmen terhadap eksistensi ayat-ayat suci ini.

Baca Juga:   Talak dan Logika Fikihnya

Pembacaan surat Yaasin juga menjadi bagian dari acara ini. Pembacaan surat Yaasin bersama  dipimpin oleh Ustaz Rusdi El Umar. Dan yang tidak kalah pentingnya juga, acara ini diselipkan acara santunan anak yatim. Kelompok “Sunan Ampel” yang menjadi prakarsa dalam hal ini memberikan bingkisan kepada beberapa anak yatim yang telah ditentukan sebelumnya. Pemberian ini sebagai nilai kasih sayang kepada seseorang yang tidak mendapat kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Puncak acara adalah buka puasa bersama. Siswa-siswi, para santri, membuka bekal masing-masing yang mereka bawa dari rumah. Tidak lupa mereka juga saling berbagi makanan sebagai nilai persaudaraan dan persatuan. Dalam acara makan bersama ini terjadi nuansa keakraban antara satu dengan lainnya, dan wajah-wajah sumbringah terlihat dari raut muka yang penuh semangat dan kebahagiaan.

MTs Darul Ulum Sumenep merupakan salah satu madrasah di bawah naungan Yayasan Darul Ulum. Yayasan ini membawa beberapa sekolah seperti Raudlatul Athfal Darul Ulum, MI Darul Ulum, dan MTs Darul Ulum. Yayasan ini juga mengelola Pondok Pesantren Darul Ulum. Meski dalam kondisi yang tidak terlalu besar, tetapi telah melahirkan banyak lulusan yang saat ini berkiprah di berbagai bidang kehidupan, baik pemerintahan maupun lembaga pendidikan lainnya.

Baca Juga:   Bila Ulama Haus Ilmu Lupa Nikah

Yayasan Darul Ulum didirikan oleh Kiai Mahdari. Secara legalitas, pendirian yayasan baru tercatat pada 1992. Namun, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ulum sudah lebih dulu ada, sekitar tahun 1960-an. Sebuah lembaga pendidikan tingkat dasar yang awalnya hanya berupa bangunan sederhana, semi permanen dan tidak layak disebut sebagai sebuah gedung madrasah. Seiring bertambahnya waktu, lembaga pendidikan ini semakin berbenah dan yang terakhir lembaga yang didirikan adalah Madrasah Tsanawiyah. Sebuah pencapaian yang patut dibanggakan dan diapresiasi sebagai suatu kesuksesan.

Dalam pendirian lembaga pendidikan ini, Kiai Mahdari (alm) secara swadaya juga dibantu oleh masyarakat sekitar dan secara bertahap terus berusaha untuk memajukan lembaga ini. Hingga saat ini, lembaga ini dipimpin oleh generasi kedua, putra dan putri almarhum Kiai Mahdari. Jika dulu menerapkan kelas tanpa batas, saat ini sudah berformat klasikal sesuai dengan tuntutan kurikulum Kementerian Agama.

Multi-Page

Tinggalkan Balasan