Lesbumi Sumenep Gelar Lesehan Kebudayaan

60 kali dibaca

Lembaga Seni Budaya muslimin (Lesbumi) Nahdhatul Ulama menggelar Lesehan Kebudayaan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur pada Rabu (11/05/2022) malam. Acara yang digelar di di Aula Lantai II MWCNU Kecamatan Gapura menghadirkan sejumlah penyair nasional, di antaranya Sofyan RH Zaid, Matroni Muserang, dan Khairul Umam. Kegiatan yang dihadiri oleh generasi milenial NU ini membahas sastra dan Kebudayaan di zaman now.

Penyair Matroni Muserang dalam penyampaiannya mengulas tentang bagaimana definisi mudik. Menurutnya, pengertian mudik mengalami pelebaran makna. Sebab, hakikat dari mudik adalah sebagai momentum untuk ziarah kepada leluhurnya di kampung.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Ia menambahkan bahwa orang kota yang pulang ke kampung sebenarnya ingin memamerkan identitas dirinya dalam berbagai aspek. Akan tetapi, ia sepakat jika kampung dan kota sebagai sebuah penanda sinergitas antara orang kampung dan orang-orang kota.

“Orang sudah lama di kota saling tukar identitas. Maka keduanya dijadikan sebagai sinergitas antara kota dan kampung,” katanya.

Pria yang pernah aktif di Lesehan Sastra Kutub Yogyakarta ini mengatakan bahwa kebudayaan yang baik adalah yang memadukan antara kebudayaan kota dan kampung. Karena, orang yang pulang ke kampung akan menelusuri nama-nama kampung. Di sinilah kemudian ada nilai nilai.

Sementara itu, Sofyan RH Zaid mengamini beberapa pernyataan dari Matroni Muserang. Tetapi, ia lebih mengajukan satu pertanyaan kritis kepada hadirin, yaitu apakah sastra hari ini adalah bangku panjang di sebuah pasar sebagai tempat bersantai atau menjadi kios yang harus menyediakan kebutuhan pembaca dan harus update.

Ia menambahkan bahwa tugas sastrawan sebenarnya sangat berat. Selain harus menghadirkan tulisan dan karya yang berkualitas, ia juga dituntut untuk merespons kebudayaan yang sedang berkembang di tengah tengah masyarakat.

Sedangkan, Khairul Umam memaparkan, dalam perspektif antropologi, kebudayaan tercipta karena adanya peristiwa. Peristiwa inilah yang kemudian direspons oleh masing masing individu sehingga melahirkan tindakan yang dilakukan oleh sejumlah kelompok.

Multi-Page

Tinggalkan Balasan