Awas, Klaster Baru Corona di Pesantren

608 kali dibaca

Beberapa pondok pesantren mulai terindikasi jadi penularan virus Corona atau Covid-19. Setelah Pondok Pesantren Modern Gontor Ponorogo, Jawa Timur, pesantren di Kota Tengerang, Banten yang “diserang” virus Corono. Ada kekhawatiran pesantren akan menjadi klaster baru penularan Covid-19 di masa New Normal ini.

Kekhawatiran itu diungkapkan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, Selasa (7/7/2020), seperti dikutip tribunnews. “Pesantren, itu nulari ke lima ustadz. Dia mengajar, dia baru pulang dari Madura atau dari mana, dan nulari ke ustadz lainnya,” Arief R Wismansyah.

Advertisements

Namun, Arief R Wismansyah tidak menyebutkan di pesantren mana penularan Covid-19 itu terjadi. Ia juga tak mengungkapkan identitas ustadz yang beru bepergian ke luar kota tersebut. Pun, identitas para ustadz yang tertular juga tak disebutkan. Ia hanya memastikan bahwa para santri di pesantren tersebut dalam kondisi aman. Tidak tertular.

“Santri tidak kena, itu sudah hasil tracing semua. Jadi, ketika satu sudah ada yang kena, kita tracing, ternyata hasilnya saat di-rapid test reaktif, kemudian di PCR lima ustadz itu positif,” ungkap Arief. Di pesantren yang para ustadznya positif Covid-19 ini, para santri sudah mulai kegiatan belajar sejak Juni 2020.

Di Kota Tangerang, menurutnya, regulasi pembukaan pondok pesantren sudah sesuai dengan surat edaran tata cara dan pembukaan kelas oleh Kementerian Agama di tengah Pandemi Covid-19. Semua santri yang mau masuk pesantren, tegasnya, telah dilakukan cek kesehatan agar tida membawa virus. “Nah, ini, kok ustadznya engga rapid test, jadi bawa virus,” kata Arief.

Pengasuh Pondok Positif

Sementara itu, dari Wonogiri, Jawa Tengah, dilaporkan bahwa ada seorang pengasuh pondok pesantren terinfeksi Covid-19 sepulang bepergian dari Demak, yang masih bestatus zona merah. Pengasuh sebuah pesantren di Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, ini diketahui berusia 51 tahun.

Hasil tes swab yang memastikan pengasuh pondok tersebut positif Covid-19 keluar pada Senin (6/7/2020) siang. Sejak itu, yang berangkutan langsung diisolasi di rumah sakit Wonogiri. Kemudian, untuk membendung penularan Covid-19 di daerah tersebut, pihak Dinas Kesehatan Wonogiri menelusuri orang yang kontak erat dengan pengasuh pondok pesantren tersebut. Tak hanya itu, seluruh santri dan pengurus pondok juga akan diperiksa dengan rapid test.

Sementara itu, sebagai tindak lanjut ditemukannya seorang santri di Pondok Gontor positif Covid-19 Senin lalu, berdasarkan hasil tracing Dinas Kesehatan setempat, sebanyak 92 orang di-rapid test karena melakukan kontak langsung. Ke-92 orang tersebut merupakan teman sekamar, teman sekelas, dan pengajar serta pengasuh.

Dari 92 orang tersebut,  24 orang akan dilakukan tes swab karena berhubungan erat dengan santri yang terinfeksi. Sedangkan, terhadap 68 orang lainnya hanya dilakukan rapid test karena kontaknya tak intensif. Saat ini, Pondok Gontor yang baru memulai aktivitasnya diisolasi agar tak terjadi penyebaran Corona.

Multi-Page

Tinggalkan Balasan