Syarifah Nafisah, Perjuangan Santri Mengkader Santri

177 kali dibaca

Berkat kesungguhan dan ketakzimannya, seorang santriwati berhasil mencetak atau mengkader banyak santri. Adalah Syarifah Nafisah, setelah menempa hidup dalam pondok pesantren, akhirnya berhasil mendirikan pondok pesantren yang melahirkan banyak santri.

Namanya memang masih belum terdengar familiar atau popular di telinga masyarakat luas. Namun, berkat perjuangan dan pengabdiannya kepada lingkungan di sekitar, Syarifah Nafisah sudah melahirkan beberapa kader santri yang mandiri. Artinya, kader santri yang juga mampu mengkader.

Advertisements

Nama lengkapnya adalah Syarifah Nafisah binti Barakwan, lahir di Kota Probolinggo, Jawa Timur, pada 23 Rajab 1368 atau 21 Mei 1949. Diberi nama Nafisah sebab ﺘﻔﺎﻋﻼ/mengambil berkah dari nama Syarifah Nafisah binti Hasan Al-Anwar yang sama-sama keturunan Sayyid Hasan ra. Sehingga, gelar syarifah merupakan identitas sebagai seorang keturunan Arab dari golongan Alawiyyin.

Lahir dan dibesarkan dari keluarga yang alim dan cinta akan ilmu agama, Syarifah Nafisah tumbuh menjadi perempuan yang berilmu. Ayahnya, Habib Hasan bin Salim Barakwan, merupakan salah satu tokoh alim yang terkenal teguh mempertahankan ajaran Sunni dan memiliki banyak santri di Kampung Arab Bondowoso, Jawa Timur. Sedangkan, ibunya Hubabah Fatimatuzzahro binti Qodir Alhaddar, merupakan seorang ibu rumah tangga sekaligus guru ngaji.

Berangkat dari ayoman dan didikan yang disiplin dari ayah dan ibunya, Ayarifah Nafisah mendapatkan banyak motivasi untuk selalu belajar, belajar, dan belajar. Hingga atas restu ayahnya mampu mendirikan pondok pesantren.

Sejak kecil, Syarifah Nafisah telah terbiasa berbagi ilmu. Meskipun usianya masih belia, sejak SD Syarifah Nafisah sudah buka bimbingan belajar. Walaupun sekadar membantu teman sebaya agar saling memahami ilmu yang didapat.

Syarifah Nafisah menempuh pendidikan sekolah dasar di SDN Blindungan 1 dan melanjutkan ke SMP 1 Bondowoso. Terbiasa untuk selalu berpartisipasi dalam setiap kegiatan, ia tertarik dengan kegiatan ekstrakulikuler seperti qiroah ataupun kasidah. Bahkan, untuk mengasah kemampuan dan mengisi waktu luang, ia juga pernah mengikuti seni tari.

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan