Strategi Pesantren Nurul Islam Masuki Era Digital

125 kali dibaca

Pondok Pesantren Nurul Islam Karangcempaka Bluto, Sumenep, Madura, Jawa Timur terus mempersiapkan diri guna memasuki era digital. Tujuannya, agar para santri siap dalam menyongsong era digital yang semakin berkembang pesat dan kompleks.

Bagaimana strategi Pondok Pesantren Nurul Islam dalam menghadapi era digital tersebut disampaikan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam KH Ilyas Siraj pada acara Penganugerahan Santri Berprestasi dan Silaturahmi Wali Santri pada Minggu, 9 Januari 2022, di kompleks Pondok Pesantren Nurul Islam.

Advertisements
Semarak Literasi duniasantri

Menurut KH Ilyas Siraj, hal pertama yang akan dilakukan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam adalah pembangunan dan pengembangan infrastruktur. Sebab, diyakini bahwa dalam membantu proses pelaksanaan pembelajaran dan kegiatan santri atau peserta didik, satu hal yang menjadi pendukung utama ialah adalah infrastruktur.

“Infrastruktur yang memadai dan dapat membuat nyaman akan menghasilkan kondisi yang kondusif dan elegan sehingga santri atau peserta didik akan tidak kesulitan dalam belajar dan beraktivitas lainnya. Pembangunan Infrastruktur Di Nurul Islam akan terus berbenah dan dibangun guna memenuhi kebutuhan santri,” katanya.

Kedua, untuk memenuhi tuntutan pekerjaan yang semakin menghantui kalangan para sarjana,  Sekolah Tinggi Ilmu Al Quran Nurul Islam akan membuka prodi baru, di antaranya Psikologi Agama dan Perbankan Syariah. Dijelaskan, kedua prodi ini diharapkan menjadi solusi bagi lulusan STIQNIS untuk dapat mengisi pos-pos yang ada di berbagai tempat semisal di perbankan syariah, konseling di berbagai lembaga pendidikan, dan lain sebagainya.

Ketiga, untuk memenuhi tuntutan era digital, di lingkungan Pesantren Nurul Islam saat ini sudah mulai menggunakan media video tron atau running text dalam menyampaikan informasi kepada para santri, wali murid atau para tamu yang hadir atau ingin berkunjung ke Pondok Nurul Islam. Operator yang mengurusi dunia IT tersebut ialah para santri sendiri.

“Santri di Nurul Islam tidak hanya mengaji kitab kuning dan diajari tata krama, melainkan juga dunia IT dipelajari. Tujuan ini ialah supaya para santri nurul islam nantinya dapat mengisi dunia media digital sebagai pemfilter bagi perkembangan radikalisme,” tutur KH Ilyas Siraj.

Halaman: 1 2 Show All

Tinggalkan Balasan